Daftar harga sawit di sejumlah pabrik Kabupaten Bengkulu Utara mencatatkan angka stabil di atas Rp3.000 per kilogram.
Arsad Ddin
3 Februari 2026Daftar harga sawit di sejumlah pabrik Kabupaten Bengkulu Utara mencatatkan angka stabil di atas Rp3.000 per kilogram.
Arsad Ddin
3 Februari 2026
Jakarta, HAISAWIT – Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara melaporkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada tingkat pabrik pengolahan masih bertahan stabil di atas level Rp3.000 per kilogram hingga akhir Januari 2026.
Kondisi harga yang konsisten kokoh tersebut memberikan angin segar bagi para petani di wilayah setempat, mengingat momentum ini bertepatan dengan masa persiapan masyarakat perkebunan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkulu Utara, Safarudin, memberikan rincian data mengenai pergerakan nilai jual komoditas unggulan daerah tersebut berdasarkan laporan dari seluruh unit usaha pengolahan kelapa sawit.
“Dari laporan seluruh PKS, rata-rata harga TBS sawit berada di atas Rp.3.000,-per kilogram. Harga ini tentunya dangat stabil," ujar Safarudin, dikutip dari rri.co.id, Selasa (03/02/2026).
Pihak otoritas perkebunan daerah menilai bahwa penguatan daya beli masyarakat merupakan dampak nyata dari terjaganya nilai jual buah kelapa sawit pada tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi secara resmi.
"Tentunya harga yang stabil seperti ini sangat membantu para petani dalam hal meningkatkan perekonomiannya," ujarnya saat menjelaskan kaitan antara harga pasar dengan kondisi finansial harian para pemilik lahan sawit di Bengkulu.
Berikut adalah daftar harga pembelian TBS kelapa sawit pada sejumlah perusahaan pengolahan yang beroperasi secara aktif di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara selama periode akhir bulan Januari tahun 2026:
Berdasarkan data rincian tersebut, PT Alno Agro Utama tercatat mematok harga beli tertinggi bagi para penyuplai bahan baku. Sementara itu, PT Sawit Mulia mematok harga beli pada angka Rp2.900 per kilogram.
Manajemen perkebunan juga memberikan edukasi penting mengenai pengaruh tingkat kematangan buah terhadap nilai jual akhir. Hal ini bertujuan agar petani memperoleh keuntungan maksimal melalui penerapan standar operasional prosedur pemanenan yang benar.
“Ini yang harus kami tekankaan, petani jangan terburu-buru untuk melakukan panen. Karena Kualitas buah yang sesuai standar akan mendapatkan harga yang lebih mahal juga," ujarnya mengingatkan pentingnya aspek teknis produksi di lapangan.
Kesesuaian standar kualitas produksi menjadi syarat mutlak agar pasokan bahan baku dapat diterima dengan baik oleh tangki timbun pengolahan. Petani diminta memperhatikan kriteria kematangan guna menghindari pemotongan berat oleh pihak pabrik.
Stabilitas harga pada level tiga ribu rupiah ini diprediksi memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ekonomi daerah. Pengawasan rutin terhadap rantai niaga sawit menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat luas.***