Bupati Nagan Raya Dorong Pembangunan Pelabuhan Laut Agar CPO Bisa Diekspor Langsung Tanpa Lewat Medan

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, mengusulkan pembangunan pelabuhan laut di Pantai Barat Selatan Aceh untuk mempercepat ekspor CPO. Dengan pelabuhan tersebut, pengiriman minyak sawit mentah dari Nagan Raya bisa dilakukan langsung tanpa melewati Medan, sehingga memperkuat efisiensi logistik dan ekonomi daerah.

BERITA

Arsad Ddin

19 Oktober 2025
Bagikan :

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Aceh di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya, Jumat (17/10/2025). (Foto: Dok. Pemkab Nagan Raya)

Nagan Raya, HAISAWIT – Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., mengusulkan pembangunan pelabuhan laut di wilayahnya untuk mendukung kegiatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) langsung dari Pantai Barat Selatan Aceh (Barsela).

Usulan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Jumat (17/10/2025) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati TRK menyampaikan bahwa Nagan Raya memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit dan sumber daya alam lainnya. Ia menilai, pelabuhan laut akan menjadi infrastruktur strategis untuk mendukung efisiensi distribusi hasil sawit.

“Kabupaten Nagan Raya terletak di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh (Barsela) dan memiliki infrastruktur berupa bandara,” ujar TRK, dikutip dari laman Pemkab Nagan Raya, Minggu (19/10/2025).

Bupati TRK menegaskan, pelabuhan laut yang dibangun di Nagan Raya nantinya akan memungkinkan pengiriman CPO secara langsung ke luar daerah tanpa melalui Pelabuhan Belawan di Medan. Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing ekspor daerah.

“Kita berharap ke depan ada pelabuhan laut di Nagan Raya agar CPO bisa diekspor langsung tanpa harus melalui Medan. Dengan begitu, akan memberi dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap TRK.

Selain potensi sawit, TRK juga menjelaskan bahwa Nagan Raya memiliki kekayaan alam lain seperti batu bara, emas, dan batu giok. Namun, sektor perkebunan sawit tetap menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyambut baik gagasan pembangunan pelabuhan laut tersebut. Ia menilai, peningkatan infrastruktur ekspor CPO perlu diiringi dengan stabilitas keamanan agar investor dapat beraktivitas dengan nyaman di Nagan Raya.

“Kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, baik dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para investor,” ucap Marzuki Ali Basyah.

Kapolda Aceh juga meminta jajarannya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembangunan yang tengah dijalankan dapat berlangsung efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Mohon kepada Kapolres agar dapat membantu dengan semangat kolaborasi bersama Pemkab Nagan Raya. Jika ada kendala, mari diselesaikan dengan komunikasi yang baik demi kemajuan Nagan Raya,” tutur Marzuki.

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Nagan Raya, Wakil Bupati Raja Sayang, pejabat utama Polda Aceh, serta kepala SKPK. Dalam kesempatan itu, Bupati TRK juga menyerahkan cenderamata berupa Tongkat Komando dari batu giok khas Nagan Raya kepada Kapolda Aceh sebagai simbol kehormatan dan persahabatan antarlembaga.***

Bagikan :

Artikel Lainnya