UMKM Batik Sawit mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), CV. Smart Batik Indonesia semakin meluaskan pasar dengan menjalin komunikasi bersama Astra Group Pekanbaru.
Sahnia Mellynia
4 Agustus 2025UMKM Batik Sawit mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), CV. Smart Batik Indonesia semakin meluaskan pasar dengan menjalin komunikasi bersama Astra Group Pekanbaru.
Sahnia Mellynia
4 Agustus 2025
Riau, HAISAWIT - UMKM Batik Sawit mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), CV. Smart
Batik Indonesia semakin meluaskan pasar dengan menjalin komunikasi bersama Astra
Group Pekanbaru. CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, mengungkapkan bahwa hal
ini merupakan wujud nyata komitmen dari Smart Batik dalam mengembangkan
industri batik berbasis kelapa sawit di Indonesia.
“Smart Batik akan mencoba memasuki pasar baru melalui perusahaan-perusahaan
sawit di Indonesia. Alhamdulillah kali ini, kami bisa menjalin komunikasi
dengan Astra Group melalui Mas Dede Putra selaku Community Development Area
Manager Grup Astra Agro Riau,” ungkap alumni penerima beasiswa LPDP tersebut.
Penerima Penghargaan Pemuda Berprestasi 2024 dari Gubernur Provinsi DIY
tersebut menambahkan
“ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk terus mengkampanyekan kebaikan
sawit melalui pengembangan industri hilir berbasis produk turunan sawit. Dengan
perluasan pasar ini, saya juga berharap penjualan produk Batik Sawit semakin
meningkat, sehingga akan lebih banyak Ibu-Ibu pembatik yang dapat kami libatkan.”
Produk Batik Sawit kemudian dikenalkan oleh Astra Group Pekanbaru kepada Gubernur
Riau, Abdul Wahid, pada tanggal 4 Juli 2025. Abdul Wahid memberikan apresiasi
terhadap produk Batik Sawit dari Smart Batik.
“Wah Bagus ini, ada turunan dari kelapa sawit yang bisa jadi batik”, ungkap
Abdul Wahid.
Abdul Wahid juga berharap kerajinan batik sawit ini dapat dikembangkan di
Riau melalui kegiatan pelatihan siswa-siswa SMK di Riau dengan berkolaborasi
dengan CSR Astra.
“Coba koordinasikan dengan SMK di pekanbaru untuk bisa membantu terkait
kerajinan batik sawit ini, karena di SMK ada pelatihan kerajinan membatik.
Semoga bisa dikerjasamakan melalui CSR Astra,” tutup Abdul Wahid