
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: Kemlu RI)
Pakistan, HAISAWIT – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengundang pelaku usaha Pakistan memperluas kerja sama ekonomi pada sektor digital dan hilirisasi kelapa sawit di Karachi.
Pertemuan tingkat tinggi bertajuk Indonesia Palm Oil Networking Reception ini digelar sebagai tindak lanjut kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad pada Desember 2025 guna memperkuat hubungan bilateral.
Wamenperdag menjelaskan bahwa Indonesia berupaya menciptakan neraca perdagangan yang lebih seimbang melalui pembukaan peluang luas bagi berbagai produk unggulan asal Pakistan untuk masuk pasar domestik.
"Pakistan penting bagi Indonesia. Pasar Anda, industri Anda, dan konsumen Anda penting bagi kami," ujar Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah, dikutip dari laman Kemlu RI, Rabu (14/01/2026).
Penguatan Rantai Pasok Global
Langkah strategis ini melibatkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang berperan sebagai motor penggerak sektor swasta untuk memastikan stabilitas pasokan minyak nabati bagi kebutuhan pangan maupun industri di Pakistan.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyatakan pihaknya memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan stok serta mendorong kolaborasi teknis pada bidang penyulingan (refining).
Wamendag RI kemudian menutup rangkaian pertemuan tersebut dengan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan persaudaraan yang kokoh guna menghadapi tantangan ekonomi global serta memperluas jangkauan pasar di kawasan Asia Selatan.
"Mari kita lanjutkan perjalanan ini sebagai mitra dan sahabat. Persahabatan Indonesia-Pakistan akan tumbuh lebih kuat. Indonesia-Pakistan Dosti Zindabad!" pungkas Wamen Dyah saat mengakhiri sambutannya di hadapan para delegasi.
Kesepakatan Strategis Baru
Realisasi kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan tiga dokumen penting yang mencakup berbagai aspek ekonomi mulai dari level pemerintahan hingga teknis operasional di lapangan untuk kepentingan kedua negara sahabat.
- Pembentukan Komisi Perdagangan Bersama (Joint Trade Commission) untuk mengatasi hambatan ekspor-impor.
- MoU antara GAPKI dengan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA).
- MoU antara GAPKI dengan Pakistan Vegetable Manufacturers Association (PVMA).
Pemerintah juga mendorong potensi joint venture pada bidang sertifikasi halal, keberlanjutan, serta pengembangan infrastruktur logistik pelabuhan di Karachi yang kini diakui sebagai gerbang utama ekonomi bagi mitra dagang Indonesia.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, menyebut fase baru hubungan ini lebih strategis dan berorientasi masa depan melalui penciptaan nilai tambah bersama.***