Koperasi Penopang Ekonomi Desa, Bupati Muba Puji Transformasi Sawit KUD Sriwijaya

Bupati Muba Toha Tohet memuji capaian KUD Sriwijaya dalam mengelola perkebunan sawit rakyat dan administrasi koperasi secara mandiri. Sektor perkebunan ini terbukti menjadi instrumen penting bagi penguatan ekonomi masyarakat perdesaan di Musi Banyuasin.

BERITA

Arsad Ddin

15 Januari 2026
Bagikan :

Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 KUD Sriwijaya, yang berlangsung di Desa Suka Jaya, Kecamatan Plakat Tinggi, Rabu (14/1/2026). (Foto: Kominfo Muba)

Musi Banyuasin, HAISAWIT – Bupati Musi Banyuasin (Muba), H M Toha Tohet SH, menghadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Unit Desa Sriwijaya di Desa Suka Jaya, Kecamatan Plakat Tinggi, Rabu (14/1/2026). Kehadiran pimpinan daerah tersebut bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan bagi masyarakat perdesaan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba mencatat pertumbuhan positif dengan total 668 koperasi aktif. Data menunjukkan terdapat 446 Koperasi Unit Desa (KUD) serta 242 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar merata pada 15 kecamatan di seluruh wilayah kabupaten tersebut.

Bupati Muba, Toha Tohet, menjelaskan bahwa KUD Sriwijaya sukses melakukan transformasi dari sektor pertanian umum menjadi perkebunan kelapa sawit. Langkah adaptasi ini mencakup program peremajaan kebun atau replanting demi menjaga produktivitas usaha jangka panjang.

“Capaian ini mencerminkan tingginya kesadaran berkoperasi sebagai gerakan ekonomi masyarakat yang mandiri dan sejalan dengan visi Muba Maju Lebih Cepat,” ujar Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, dikutip dari laman Pemkab Muba, Kamis (15/01/2026).

Toha Tohet juga memaparkan kondisi pembangunan daerah yang tetap berjalan maksimal meskipun menghadapi keterbatasan fiskal. Menurutnya, pemerintah daerah tetap berusaha mengoptimalkan segala potensi yang ada di wilayah Muba demi kemajuan masyarakat luas.

“Kami akan selalu berupaya mengembangkan potensi yang ada di Muba. Mudah-mudahan pembangunan dapat berjalan sesuai harapan,” kata Toha Tohet saat memberikan sambutan di hadapan para anggota koperasi dan jajaran perangkat daerah.

Dukungan Infrastruktur dan Replanting

Ketua Umum KUD Sriwijaya, Bambang Karyanto, mengapresiasi dukungan penuh pemerintah terhadap program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Namun, pihaknya memerlukan bantuan pengerasan jalan produksi untuk meningkatkan efisiensi biaya angkut dan menjaga kestabilan harga Tandan Buah Segar (TBS).

  • Total Koperasi: 668 unit aktif di Muba.
  • Prestasi: KUD Sriwijaya mencatat waktu pelaksanaan RAT tercepat.
  • Kontribusi: Rencana penyaluran zakat mal untuk membantu penurunan angka kemiskinan.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi bagi para anggota untuk mengevaluasi kinerja pengurus dan menyusun rencana anggaran. Mekanisme ini berfungsi menjaga transparansi serta memperkuat kepercayaan seluruh anggota terhadap manajemen pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Camat Plakat Tinggi, Rudi SE MSi, menyatakan kesiapan jajarannya dalam memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat. Ia berkomitmen mengawal perkembangan lembaga ekonomi desa agar mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah kerjanya.

“Insyaallah kami akan bekerja dengan sepenuh hati. Semoga KUD Sriwijaya berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tutur Rudi dalam kesempatan yang sama setelah secara resmi dilantik pada akhir Desember tahun lalu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan perbankan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi antara pemerintah dan koperasi perkebunan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi sektor kelapa sawit di tingkat tapak.***

Bagikan :

Artikel Lainnya