Pakar Indonesia-Malaysia Akan Bedah Teknik Pengendalian Hama Penyakit Terbaru di HASI 2026

Pakar riset dari Asian Agri dan FGV Holding Berhad akan memaparkan teknologi pengendalian hama sawit terbaru di Jakarta pada April 2026. Pertemuan bertujuan memperbarui teknik perlindungan tanaman guna menjaga stabilitas produksi nasional.

BERITA HAI SAWIT EVENT

Arsad Ddin

6 Januari 2026
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 siap menghadirkan pakar riset dari Indonesia dan Malaysia guna mengupas tuntas teknologi pengendalian hama serta penyakit tanaman pada 23 April 2026 di Jakarta.

Pertemuan strategis ini mempertemukan Head of Pest and Disease (P&D) Asian Agri Group, Dedek Haryadi, dengan Division Head R&D FGV Holding Berhad, Romzi Bin Ishak. Keduanya membawa hasil riset terbaru.

Fokus bahasan utama pada sesi keenam simposium ini mencakup:

  • Mitigasi risiko patogen pada tanaman kelapa sawit menghasilkan.
  • Implementasi teknologi perlindungan tanaman berbasis riset tingkat lanjut.
  • Efisiensi manajemen pengendalian hama terpadu di area perkebunan.

Simposium bertujuan memperbarui Best Management Practice (BMP) perkebunan kelapa sawit guna mendukung peningkatan produksi. Para praktisi akan berbagi pengalaman mengenai metode deteksi dini serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara akurat.

Teknologi perlindungan tanaman menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan pohon dan stabilitas hasil panen. Inovasi riset dari dua produsen sawit terbesar dunia ini memberikan solusi praktis bagi tantangan biologi di lapangan.

Kolaborasi Riset Lintas Negara

Moderator Supriadi, selaku Head R&A PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Tbk, memandu diskusi teknis tersebut. Peserta akan mendapatkan pemaparan mendalam mengenai cara menekan biaya pengendalian tanpa mengurangi efektivitas hasil di kebun.

Selain masalah hama, simposium yang berlangsung di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara ini turut mengagendakan topik digitalisasi kebun. Hal ini berkaitan erat dengan monitoring kesehatan tanaman menggunakan perangkat sensor canggih.

Sektor perkebunan memerlukan standarisasi penanganan penyakit yang adaptif terhadap perubahan iklim. Data ilmiah yang dipaparkan menjadi rujukan bagi perusahaan dalam menyusun strategi perlindungan tanaman jangka panjang agar tetap kompetitif secara global.

Peserta dapat mendalami materi teknis lainnya melalui berbagai sesi selama dua hari penyelenggaraan. Berikut informasi biaya registrasi bagi calon peserta yang ingin bergabung dalam forum internasional ini:

  • Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
  • Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
  • Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).

Penyelenggara menyediakan ruang pameran dan sesi jejaring profesional untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman langsung. Kegiatan ini menjadi jembatan bagi para asisten lapangan hingga manajer tingkat atas untuk memperluas koneksi industri.

Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) bersama Hai Sawit Indonesia (HSI) menyusun rekomendasi teknis di akhir acara. Dokumen tersebut memuat langkah strategis pemanfaatan teknologi pengendalian hama untuk keberlanjutan sektor sawit nasional.

Seluruh rangkaian agenda HASI 2026 dirancang guna menjawab kebutuhan pembaruan wawasan bagi para pelaku industri. Informasi pendaftaran secara resmi dapat diakses melalui saluran komunikasi yang telah disediakan oleh pihak panitia penyelenggara.***


Bagikan :

Artikel Lainnya