Universitas Riau meraih penghargaan “Kampus Riset Sawit Indonesia” di SIEXPO 2025, berkat kontribusi nyata dalam riset, inovasi teknologi, dan penguatan sumber daya manusia sektor perkebunan kelapa sawit nasional.
Arsad Ddin
8 Agustus 2025Universitas Riau meraih penghargaan “Kampus Riset Sawit Indonesia” di SIEXPO 2025, berkat kontribusi nyata dalam riset, inovasi teknologi, dan penguatan sumber daya manusia sektor perkebunan kelapa sawit nasional.
Arsad Ddin
8 Agustus 2025
Riau, HAISAWIT – Universitas Riau (UNRI) meraih penghargaan “Kampus Riset Sawit Indonesia” pada ajang Sawit Indonesia Expo dan Conference (SIEXPO) 2025 di Pekanbaru Convention and Exhibition (SKA-COEX), Riau, Kamis (7/8/2025).
Penghargaan diberikan oleh Majalah Sawit Indonesia kepada UNRI yang dinilai memiliki kontribusi dalam riset kelapa sawit, peningkatan sumber daya manusia, dan penguatan pendidikan di sektor perkebunan.
Dikutip dari laman UNRI, Jumat (8/8/2025), penghargaan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, mewakili Rektor Prof Dr Sri Indarti SE MSi. Penilaian dilakukan tim independen yang dipimpin Dr Gulat Manurung.
SIEXPO 2025 mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Produk Sawit Bernilai Tambah Untuk Indonesia Emas 2045” dan menjadi ajang pertemuan akademisi, pelaku industri, petani, hingga pemerintah dalam memajukan sektor kelapa sawit.
Selain menerima penghargaan, UNRI menandatangani Nota Kesepahaman dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, meliputi pengabdian masyarakat, program magang mahasiswa, dan pemberian beasiswa di sektor perkebunan.
Partisipasi UNRI di SIEXPO 2025 juga terlihat melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang memamerkan alat pengendalian gulma berbasis tenaga surya. Alat ini dilengkapi panel surya, tangki 75 liter, dan baterai berkapasitas 7,5 mAh.
Alat pengendali gulma tersebut mampu beroperasi hingga delapan jam dengan kondisi cuaca cerah. Perangkat ini dapat dimanfaatkan baik oleh perusahaan perkebunan maupun petani sawit skala kecil.
Inovasi lain yang ditampilkan adalah pesawat drone rakitan Tim Serindit Aero UNRI dengan kemampuan terbang 60 menit dan jangkauan pengumpulan data sejauh 20 kilometer. Drone ini digunakan untuk pemetaan, pemantauan, dan pengiriman muatan ringan.
Kegiatan SIEXPO 2025 dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Usaha Menengah, Bagus Rahman. Hadir pula Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, akademisi, pelaku industri, BUMN, koperasi, dan perwakilan petani dari berbagai daerah.
Ajang ini menjadi sarana memperkenalkan hasil riset, teknologi, serta peluang kerja sama lintas sektor untuk memperkuat industri kelapa sawit di Indonesia.***