Pemerintah Sulteng Rancang Strategi Sawit Berkelanjutan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar uji publik RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2025–2029 di Palu. Lima sasaran strategis dibahas untuk memperkuat daya saing produk sawit daerah, mulai dari penguatan data, pemantauan lingkungan, hingga perluasan akses pasar bagi komoditas kelapa sawit daerah.

BERITA

Arsad Ddin

14 Agustus 2025
Bagikan :

Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah melaksanakan uji publik RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2025–2029 di Best Western Kota Palu, Kamis (7/8/2025). (Foto: Dok. BRMP Sulteng)

Palu, HAISAWIT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar uji publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) 2025–2029 di Best Western Kota Palu, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah ini dibuka oleh Kepala Dinas yang diwakili Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan. Forum ini membahas penguatan strategi pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di tingkat provinsi.

Dikutip dari laman BRMP Sulteng, Kamis (14/8/2025), RAD KSB Sulteng memuat lima sasaran utama. Sasaran itu meliputi penguatan data dan infrastruktur, peningkatan kapasitas pekebun, pemantauan lingkungan, tata kelola dan penanganan sengketa, serta percepatan sertifikasi ISPO dan peningkatan akses pasar.

Sejumlah narasumber hadir dalam uji publik ini, antara lain dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Bappeda, dan BPKAD Sulawesi Tengah. Narasumber dari Direktorat Bina Pembangunan Daerah turut memberikan paparan melalui sambungan daring.

Materi fokus membahas peran kelapa sawit sebagai komoditas strategis bagi perekonomian, termasuk nilai ekspor dan perbaikan data untuk memperkuat daya saing produk daerah.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kepala dinas pelaksana fungsi perkebunan, BRMP Sulawesi Tengah, dan Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia. Kehadiran para pihak dimaksudkan untuk membangun koordinasi program.

Pembahasan diarahkan pada penyelarasan RAD KSB dengan program kerja setiap OPD, untuk menciptakan langkah pelaksanaan yang terkoordinasi di tingkat provinsi.

Penguatan data dan infrastruktur dibahas sebagai elemen penting untuk memperkuat daya saing produk daerah.

Selain itu, peningkatan kapasitas pekebun menjadi fokus penting untuk mendukung praktik budidaya yang ramah lingkungan. Langkah ini juga diiringi dengan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.

Percepatan sertifikasi ISPO dan peningkatan akses pasar ditetapkan sebagai upaya akhir dalam rangka memperluas peluang pemasaran kelapa sawit Sulawesi Tengah di tingkat nasional dan internasional.***

Bagikan :

Artikel Lainnya