Pemerintah Siapkan Insentif dan Skema KUR untuk Dorong Hilirisasi Sawit

Pemerintah memperluas dukungan hilirisasi kelapa sawit melalui insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan peningkatan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR), membuka peluang bagi petani, koperasi, dan UKM mengembangkan industri hilir.

BERITA ARTIKEL

Arsad Ddin

19 Agustus 2025
Bagikan :


Jakarta, HAISAWIT – Pemerintah memperkuat hilirisasi kelapa sawit melalui insentif fiskal dan skema pembiayaan untuk petani serta pelaku industri hilir. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit di dalam negeri.

Program ini mencakup kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan fasilitas fiskal, seperti tax holiday serta tax allowance, untuk investor yang membangun industri pengolahan di sektor sawit.

Dikutip dari laman Ditjenbun Kementan, Selasa (19/8/2025), pemerintah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor pertanian, membuka peluang bagi koperasi petani dan UKM agribisnis mengembangkan pengolahan sawit hingga produk hilir.

Insentif fiskal ini diharapkan mendorong munculnya industri hilir yang mampu mengolah CPO menjadi oleokimia, biofuel, dan produk turunan lain, sehingga nilai ekspor meningkat tanpa tergantung pada bahan mentah.

Pengembangan hilirisasi juga menyasar pemberdayaan petani agar ikut berperan dalam rantai nilai domestik, misalnya melalui penggilingan, penyulingan, hingga proses awal produksi biofuel dan oleokimia.

Keberadaan industri pengolahan sawit di sentra produksi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal, mulai dari teknisi, operator, hingga tenaga pemasaran. Hal ini sekaligus mendukung pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan.

Bea keluar progresif terhadap CPO menjadi salah satu kebijakan sektoral yang memperkuat upaya hilirisasi. Langkah ini memacu pertumbuhan industri dalam negeri sekaligus mendorong pengolahan produk sawit sebelum diekspor.

Kebijakan pajak ekspor biji mentah juga mendorong peningkatan kapasitas pengolahan lokal. Indonesia kini menjadi salah satu pengolah kakao dan sawit terbesar di dunia, seiring pertumbuhan investasi di sektor hilir.

Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan di Ditjen Perkebunan Kementan tengah mengkaji model bisnis, kebutuhan tenaga kerja, dan legalitas lahan rakyat untuk mendukung hilirisasi. Analisis ini menjadi dasar pengembangan strategi industri sawit nasional.

Dengan adanya insentif fiskal, KUR, dan peraturan pendukung, sektor hilir sawit dapat berkembang lebih optimal. Hal ini memberi kesempatan bagi investor, petani, dan UKM untuk memanfaatkan potensi industri pengolahan di dalam negeri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya