PTPN IV Bangun Pabrik Gas Biometan Pertama dari Limbah Sawit di Simalungun

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memulai pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Indonesia yang memanfaatkan limbah cair sawit. Peletakan batu pertama sudah dimulai di Pabrik Kelapa Sawit Tinjowan, Kabupaten Simalungun.

BERITA

Arsad Ddin

24 September 2025
Bagikan :

Foto: Dok. PTPN IV

Jakarta, HAISAWIT - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memulai pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Indonesia. Pabrik ini memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku energi bersih.

Peletakan batu pertama dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit Tinjowan, Kabupaten Simalungun, pada akhir pekan lalu. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan limbah sawit sebagai energi terbarukan di sektor perkebunan.

Pembangunan pabrik tersebut merupakan hasil kerja sama PalmCo dengan PT reNIKOLA Primer Energi, perusahaan energi hijau asal Malaysia. Kedua pihak menandai sinergi strategis dalam menghadirkan energi bersih berbasis kelapa sawit.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan kapasitas produksi pabrik ini diproyeksikan mampu memberikan dampak besar pada pengurangan emisi karbon.

"Dengan kapasitas produksi sekitar 162.000 MMBTU per tahun, pabrik CBG Tinjowan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 30.000 ton CO2 setiap tahun—setara dengan emisi ribuan kendaraan bermotor," ujar Jatmiko, dikutip dari laman PTPN IV, Rabu (24/9/2025).

Gas biometan dihasilkan melalui pengolahan Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah cair pabrik sawit tersebut dimurnikan sehingga biogas dapat diubah menjadi biometan dengan kualitas setara gas alam.

Pabrik dengan nilai investasi strategis itu dijadwalkan selesai dalam 14 bulan. Operasional penuh ditargetkan pada kuartal IV tahun 2026 dengan pasokan energi bersih ke PT Pertagas Niaga.

Skema penyaluran energi dilakukan melalui kontrak jual beli selama 10 tahun. Kerja sama ini juga menggunakan model Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) sebagai mekanisme pelaksanaan proyek.

Menurut Jatmiko, pembangunan pabrik ini akan dilanjutkan pada unit lain di bawah PalmCo.

"Groundbreaking pabrik CBG ini menjadi titik awal untuk memperluas program serupa ke 20 pabrik lain di bawah PalmCo," ungkapnya.

Presiden Direktur Operasional PT reNIKOLA Primer Energi, Dr. Amran Yusuf, juga memberikan pandangan terhadap kerja sama tersebut.

“Pabrik CBG pertama di BUMN perkebunan ini bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga komitmen nyata dalam mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Amran.

PalmCo sebelumnya telah mengembangkan energi baru terbarukan melalui biogas sejak 2019. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan limbah cair pabrik sawit di Riau sebelum kini diperluas ke wilayah Simalungun.***

Bagikan :

Artikel Lainnya