GAPKI Hadir di China Oils Summit 2025, Tegaskan Komitmen Diplomasi Sawit Berkelanjutan

Melalui sesi Global Palm Oil Supply, GAPKI menyampaikan arah kebijakan ekspor sawit Indonesia serta kontribusinya terhadap keberlanjutan global di sektor pangan dan energi berbasis minyak nabati.

BERITA

Arsad Ddin

23 Juli 2025
Bagikan :

GAPKI berpartisipasi dalam forum minyak nabati internasional di Guangzhou, Tiongkok, selama pelaksanaan China Oils Summit 2025 pada 10–11 Juli 2025. (Foto: ig/gapki_ipoa)

Guilin, HAISAWIT – Kehadiran Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam ajang 16th China International Cereals & Oils Industry Summit 2025 menjadi langkah diplomasi industri sawit Indonesia di level global.

Forum internasional ini berlangsung di Guangzhou, Tiongkok, dan mempertemukan pelaku industri pangan dan energi nabati dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia, Eropa, dan Afrika.

Dikutip dari Instagram GAPKI, Rabu (23/07/2025), organisasi ini mengambil peran penting dalam sesi bertema Global Palm Oil Supply dengan menghadirkan Dr. Fadhil Hasan sebagai pembicara utama.

Materi yang dibawakan berjudul Indonesian Palm Oil Export Policies and Sustainability, yang menguraikan kebijakan ekspor sawit Indonesia dan penerapannya dalam standar keberlanjutan internasional.

Dalam forum tersebut, GAPKI memaparkan data mengenai kontribusi industri sawit terhadap kebutuhan pangan dan energi global, serta potensi kolaborasi antara negara produsen dan konsumen.

China Oils Summit dikenal sebagai salah satu pertemuan terbesar yang fokus pada dinamika industri minyak nabati, termasuk isu ketersediaan, perdagangan, dan regulasi global.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pandangan antarnegara mengenai tantangan dan peluang minyak nabati, dengan sawit menjadi salah satu topik utama dalam diskusi.

Forum yang diikuti oleh para pengambil kebijakan dan pelaku usaha ini menempatkan sawit Indonesia sebagai bahan pembicaraan penting, terutama dalam isu ekspor dan keberlanjutan.

GAPKI menjadi satu-satunya asosiasi dari Indonesia yang tampil aktif dalam sesi utama forum tersebut, sekaligus menjadi jembatan informasi antara pelaku industri nasional dan pemangku kepentingan global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya