BPS Catat Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,03 Persen, Sawit Jadi Sektor Andalan

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,03 persen pada 2024. Pertumbuhan ini ditopang sektor unggulan kelapa sawit yang menghasilkan 4,1 juta ton CPO per tahun dari lahan 1,4 juta hektare.

BERITA

Arsad Ddin

16 September 2025
Bagikan :

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit (Foto: bpdp.or.id)

Jakarta, HAISAWIT - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan mencapai 5,03 persen pada 2024. Peningkatan tersebut menegaskan posisi Sumsel sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi yang solid di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Sumsel juga tercatat meningkat pada kuartal II-2025 dengan capaian 5,42 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, mencerminkan peran sektor unggulan daerah, terutama industri kelapa sawit.

Dikutip dari laman BPDP, Selasa (16/9/2025), produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku di Sumsel mencapai Rp663,96 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp75,13 juta. Selain itu, luas perkebunan sawit di provinsi ini mencapai 1.407.544 hektare pada 2023 dengan produksi crude palm oil (CPO) mencapai 4,1 juta ton per tahun.

Industri kelapa sawit di Sumsel memberikan kontribusi penting bagi pembangunan daerah. Perkebunan rakyat, baik plasma maupun mandiri, terbukti berperan dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru di kawasan pedesaan yang sebelumnya terisolasi.

Perkembangan sawit di Sumsel mengikuti tahapan pembangunan yang melibatkan peran perusahaan inti dan petani plasma. Seiring waktu, tumbuh perkebunan rakyat mandiri yang semakin memperkuat basis ekonomi pedesaan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan produksi CPO memiliki keterkaitan erat dengan penurunan tingkat kemiskinan di Sumsel. Data PASPI menunjukkan setiap kenaikan 10 persen produksi CPO berpotensi menurunkan persentase penduduk miskin sebesar 5,8 persen.

Pergeseran kawasan pedesaan menuju agropolitan juga menjadi bukti nyata perkembangan industri sawit. Infrastruktur penunjang seperti pasar, perkantoran, dan fasilitas sosial mulai tumbuh di wilayah sentra perkebunan sawit Sumsel.

Selain sebagai penggerak utama ekonomi pedesaan, industri sawit juga mendukung pembangunan lintas sektor. Peningkatan produktivitas sawit turut memberi dampak positif bagi sektor tenaga kerja dan sektor usaha lain di wilayah perkotaan.

Kontribusi sawit juga terlihat dari dampaknya terhadap transformasi ekonomi Sumsel. Provinsi ini beralih dari ketergantungan pada sumber daya tak terbarukan menuju sektor energi terbarukan berbasis hilirisasi sawit seperti oleofood, oleokimia, dan biofuel.

Dengan basis produksi yang kuat dan dukungan infrastruktur, industri sawit di Sumsel berperan penting dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu sentra perkebunan terbesar di Indonesia.***

Bagikan :

Artikel Lainnya