Polbangtan Medan di POCE 2025: Transformasi Pendidikan dan Kolaborasi PT-DUDIKA Kunci Atasi Skill Gap Industri Sawit

Rangkaian kegiatan Palm Oil Career Expo (POCE) 2025 yang sukses digelar di Tiara Convention Center, Medan, pada 15–16 Oktober 2025, menjadi platform penting untuk membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor agrobisnis

BERITA HAI SAWIT EVENT

Sahnia Mellynia

16 Oktober 2025
Bagikan :

Medan, HAISAWIT — Rangkaian kegiatan Palm Oil Career Expo (POCE) 2025 yang sukses digelar di Tiara Convention Center, Medan, pada 15–16 Oktober 2025, menjadi platform penting untuk membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor agrobisnis. Sesi Talkshow Karier mendapat perhatian khusus saat Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Dr. Nurliana Harahap, SP, M.Si, hadir untuk memaparkan pentingnya transformasi pendidikan tinggi.

Dr. Nurliana memulai paparannya dengan menyoroti tantangan utama dunia kerja: disrupsi teknologi (seperti AI dan otomasi) serta tingginya skill gap (kesenjangan keterampilan). Beliau menggarisbawahi data yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) bagi lulusan D4 hingga S3 masih menjadi isu signifikan. Menurutnya, dinamika ini menuntut pendidikan tinggi untuk bertransformasi agar relevan dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan adaptif.

Kunci untuk mengatasi tantangan tersebut, menurut beliau, adalah melalui Kolaborasi antara Perguruan Tinggi (PT) dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Polbangtan Medan menekankan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyerapan lulusan, program Magang/PKL, penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar, hingga kolaborasi penelitian dan pengembangan (R&D). Program seperti Kampus Merdeka di Indonesia adalah contoh nyata implementasi kolaborasi ini.


Dalam konteks industri sawit, Dr. Nurliana menegaskan bahwa Sertifikasi adalah Kunci Penyiapan SDM Perkebunan. Sertifikasi keahlian teknis seperti Pelatihan dan Sertifikasi Pembibitan Kelapa Sawit, Asisten Kebun, Kewirausahaan, hingga Sertifikasi Penggunaan Drone dan Mekanisasi Pertanian, mutlak diperlukan untuk meningkatkan kompetensi lulusan dan daya saing global.

Kehadiran Polbangtan Medan di POCE 2025, yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menunjukkan komitmen serius lembaga pendidikan dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan user industri. Dampak positif yang diharapkan dari kolaborasi ini jelas: lulusan yang lebih siap dan adaptif, SDM yang unggul dan kompetitif, serta berkurangnya pengangguran terdidik.

POCE 2025 kembali berhasil menjadi ruang penting bagi sinergi nyata antara dunia pendidikan dan industri. Semangat berbagi pengalaman dan wawasan ini menjadi modal utama dalam mencetak SDM sawit yang berdaya saing tinggi, siap menghadapi tantangan global, dan memajukan sektor agrobisnis Indonesia.

Bagikan :

Artikel Lainnya