Konsumsi Domestik Minyak Sawit Meningkat Jadi 18,5 Juta Ton pada 2025

Konsumsi domestik minyak sawit pada 2025 mencapai 18,5 juta ton, meningkat dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipacu industri pangan, oleokimia, dan program biodiesel yang memperluas kebutuhan bahan baku energi nasional.

BERITA

Arsad Ddin

15 November 2025
Bagikan :

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dalam pembukaan 21st Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025). (Foto: GAPKI)

Bali, HAI SAWIT – Konsumsi domestik minyak sawit pada 2025 mencapai 18,5 juta ton, naik dari 17,6 juta ton pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi kebutuhan industri pangan, oleokimia, dan program energi berbasis biodiesel.

Peningkatan serapan domestik minyak sawit tersebut berlangsung seiring perbaikan produksi dan stabilitas pasokan dari sejumlah sentra perkebunan. Industri juga mencatat pergerakan permintaan yang relatif stabil sepanjang kuartal ketiga 2025.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menilai dinamika positif ini menunjukkan adanya penguatan pada sisi produksi dan permintaan minyak sawit.

“Kinerja industri sawit menunjukkan sedikit percepatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Eddy Martono, dikutip dari laman Gapki, Sabtu (15/11/2025).

Program biodiesel dinilai memberikan ruang lebih luas bagi pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan.

Menurtu Eddy perlunya tata kelola yang solid untuk menjaga keberlanjutan industri sawit. Ia menyampaikan bahwa penguatan standar sertifikasi menjadi bagian dari tujuan jangka panjang.

“ISPO tidak boleh menjadi sekadar simbol. Ini adalah produk kedaulatan bangsa dan harus menjadi standar emas global,” tegasnya.

Sejalan dengan peningkatan konsumsi dalam negeri, industri juga mencatat pertumbuhan ekspor yang cukup signifikan. Ekspor minyak sawit beserta turunannya mencapai lebih dari 25 juta ton hingga September 2025.

Kenaikan ekspor tersebut memberikan kontribusi devisa sebesar US$ 27,3 miliar. Pergerakan ini menunjukkan posisi minyak sawit sebagai salah satu komoditas terbesar dalam struktur perdagangan Indonesia.

Di sisi produksi, realisasi crude palm oil (CPO) nasional menembus 43 juta ton hingga September 2025. Angka tersebut mencerminkan pemulihan output dan efektivitas pengelolaan kebun di berbagai wilayah.

Sederet indikator tersebut menggambarkan situasi industri sawit sepanjang tahun, termasuk pertumbuhan konsumsi domestik minyak sawit yang didorong kebutuhan sektor industri dan energi.***

Bagikan :

Artikel Lainnya