Workshop selama dua hari menghadirkan sesi edukatif dan praktik pembuatan produk berbasis sawit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi sawit bagi pengembangan usaha di sektor pangan dan kerajinan.
Arsad Ddin
20 Juli 2025Workshop selama dua hari menghadirkan sesi edukatif dan praktik pembuatan produk berbasis sawit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi sawit bagi pengembangan usaha di sektor pangan dan kerajinan.
Arsad Ddin
20 Juli 2025
Banyuwangi, HAISAWIT – Beragam produk kreatif berbahan kelapa sawit dan limbahnya diperkenalkan dalam workshop dua hari yang digelar di Hotel New Surya, Banyuwangi, pada 24 hingga 25 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Politeknik LPP Yogyakarta dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Pelajar dan pelaku UMKM tampak antusias mengikuti sesi edukasi dan praktik secara langsung.
Pada hari kedua, peserta disuguhi materi interaktif bersama Tim Pengembangan UMKM Politeknik LPP. Diskusi berlangsung dinamis, membahas bagaimana dukungan dari BPDP turut memperkuat inovasi produk turunan sawit di kalangan UMKM.
“Atas dukungan berbagai pihak termasuk BPDP, kami sudah memiliki kurang lebih sembilan produk berbahan sawit dan limbah sawit, termasuk empat produk hasil binaan pegiat UMKM di Yogyakarta sebagai mitra kami,” ujar Sakti sebagai Tim UMKM Politeknik LPP, dikutip dari laman BPDP, Minggu (20/07/2025).
Setelah sesi pemaparan, peserta langsung mengikuti praktik pembuatan empat produk. Dua di antaranya adalah Swit-Banana Cake dan Swit-Coffee Body Soap yang berbahan dasar minyak sawit dan kopi.
Produk lainnya ialah Swit-Light, sabun cuci piring dari limbah minyak sawit, serta Swit-Tera, pot bunga yang dibuat dari campuran gipsum dan cangkang sawit. Prosesnya dilakukan secara berkelompok dengan pendampingan langsung dari tim pelatih.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik. Banyak yang aktif bertanya mengenai teknik produksi, pemilahan bahan, hingga cara pengemasan produk agar memiliki daya jual.
“Kami menjadi paham cara bleaching limbah minyak untuk digunakan sebagai bahan pembuat sabun cuci dan tidak berbau tengik,” ujar salah satu peserta workshop.
Seorang pegiat UMKM lainnya menyampaikan kesannya usai mengikuti sesi praktek. Ia mengaku senang dengan kesempatan belajar yang diberikan selama dua hari kegiatan tersebut.
“Kemarin ilmu praktis, sekarang prakteknya, ini menyenangkan sekali, kalau bisa lebih lama agar praktek produknya lebih banyak,” ujar salah satu pegiat UMKM. “Terimakasih buat BPDP, Politeknik LPP atas kesempatan yang diberikan semoga dapat menjadi agenda di tahun tahun berikutnya,”
Workshop ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh berbagai kalangan. Praktik pembuatan produk turunan sawit menjadi bagian penting dari pelatihan, sekaligus menampilkan potensi kelapa sawit di sektor pangan, kosmetik, dan kerajinan.***