Membongkar Fakta Ketergantungan Industri Produk Perawatan Kulit Pada Pasokan Sawit Indonesia

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya mengungkap ketergantungan besar industri kosmetik terhadap kelapa sawit Indonesia. Komoditas ini menjadi bahan baku utama pembuatan gliserin, sabun, dan produk perawatan kulit di pasar global.

HAI EDUKASI SAWIT

Arsad Ddin

4 Februari 2026
Bagikan :

Dok. YouTube Hai Sawit TV (Bincang Sawit Milenial)


Jakarta, HAISAWIT – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Ara dan Zetta, mengungkapkan besarnya ketergantungan industri kecantikan global terhadap kelapa sawit dalam acara Bincang Sawit Milenial di Jakarta, Senin (07/10/2024).

Fakta ini mengungkap bahwa komoditas unggulan Indonesia tersebut bukan sekadar bahan baku minyak goreng, melainkan komponen vital yang menggerakkan rantai pasok industri perawatan kulit dan farmasi di pasar internasional.

Ara menjelaskan keberadaan kelapa sawit yang mendominasi berbagai lini produk harian, mulai dari makanan hingga barang kebutuhan perawatan tubuh yang digunakan oleh masyarakat luas setiap harinya tanpa terkecuali.

“Sawit, lagi-lagi sawit, mau buat kosmetik apapun sampai ke obat-obatan juga semuanya dari sawit.” ujar Ara, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Rabu (04/02/2026).

Zetta kemudian menambahkan rincian mengenai produk turunan kelapa sawit yang sering kali luput dari perhatian konsumen, terutama zat gliserin yang menjadi pelembap utama dalam berbagai merk perawatan kulit ternama.

“Pertama pasti minyak goreng minyak sawit kemudian mungkin produk-produk turunan lainnya gitu kayak tadi margarin ataupun sabun dan minyak-minyak gitu lah.", ujarnya saat membedah turunan sawit.

  • Gliserin sawit berfungsi sebagai zat hidrator pada produk kosmetik.
  • Asam lemak sawit digunakan untuk pembuatan sabun dan pembersih wajah.
  • Indonesia menyuplai sebagian besar kebutuhan bahan baku oleokimia dunia.

Keunggulan teknis kelapa sawit dibandingkan minyak nabati lain terletak pada efisiensi lahan dan stabilitas komposisi kimianya, sehingga menjadikannya pilihan utama bagi produsen produk perawatan kecantikan berskala global.

Zetta memaparkan hasil riset akademik mengenai luasnya spektrum pemanfaatan kelapa sawit yang kini merambah ke bidang material ramah lingkungan sebagai upaya mendukung keberlanjutan industri agribisnis di masa depan.

“Bahwa sawit bahkan bisa jadi salah satu bahannya untuk bioplastik jadi disitu karena risetnya, kebetulan penelitian topik skripsinya juga berhubungan sama sana.” ungkapnya menjelaskan potensi riset mahasiswa.

Industri hilir kelapa sawit di Indonesia menghasilkan produk oleokimia yang menjadi basis produksi bagi beragam barang konsumsi cepat saji atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di seluruh penjuru dunia.

Data menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas ini, mengingat posisinya sebagai tulang punggung bagi pasokan bahan baku industri kesehatan dan kecantikan global secara masif.***

Bagikan :

Artikel Lainnya