KPB Nusantara dan MDEX Kompak Naik Harga CPO Indonesia Tembus Rp14.950 per Kg

KPB Nusantara merilis kenaikan harga CPO menjadi Rp14.950 per kilogram pada akhir Januari 2026. Data pasar menunjukkan pertumbuhan nilai transaksi pada sektor fisik dan berjangka yang diikuti penguatan harga produk turunan minyak sawit.

BERITA

Arsad Ddin

28 Januari 2026
Bagikan :

Ilustrasi buah kelapa sawit - HaiSawit 

Jakarta, HAISAWIT – Bursa komoditas dalam negeri dan global mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan 26 Januari 2026 melalui kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Kenaikan tersebut terpantau pada pasar fisik PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) serta bursa berjangka Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) yang menjadi referensi utama bagi pelaku industri kelapa sawit dunia.

Dilansir dari laman RSPO, Minggu (18/01/2026), harga CPO pada KPB Nusantara untuk penyerahan Dumai, Belawan, dan Katabanjaya mencapai Rp14.950 per kilogram setelah sebelumnya sempat berada pada level harga Rp14.800 per kilogram.

Kenaikan nominal sebesar Rp150 tersebut menunjukkan tren positif perdagangan fisik di Indonesia. Sementara itu, bursa MDEX Malaysia juga mencatatkan kenaikan harga dari 4.128 Ringgit Malaysia (MYR) menjadi 4.172 MYR per ton.

Kondisi pasar fisik dan bursa berjangka pada periode 26 Januari 2026 secara lengkap dapat dilihat pada rincian data harga komoditas global dan domestik di bawah ini:

  • KPB Nusantara (CPO): Rp14.950 per kilogram
  • Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) CPO: Rp14.800 per kilogram
  • Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) CPO: 4.172 MYR per ton
  • Jakarta Futures Exchange (JFX) Olein: Rp17.490 per kilogram
  • RBD Olein FOB Malaysia: 1.075,00 Dollar AS per ton

Pergerakan harga pada Jakarta Futures Exchange (JFX) untuk komoditas Olein (OLE) juga mengalami penguatan tipis. Harga produk turunan tersebut merangkak naik dari posisi Rp17.415 menjadi Rp17.490 per kilogram.

Pada pasar global, harga Refined Bleached Deodorized (RBD) Olein dengan skema Free On Board (FOB) Malaysia turut menguat. Harga tercatat naik menjadi 1.075,00 Dollar AS per ton dari posisi sebelumnya.

Data pasar juga menunjukkan pergerakan pada komoditas minyak nabati pesaing di Chicago Board of Trade (CBOT). Soybean atau kacang kedelai berada pada angka 1.061,6 USCents per bushel dalam perdagangan terbaru.

Sementara itu, harga Soy Oil atau minyak kedelai menyentuh angka 53,89 USCents per pound. Persaingan harga minyak nabati di pasar internasional turut memberikan pengaruh terhadap volatilitas nilai jual minyak sawit mentah.

Berikut merupakan rincian pergerakan nilai tukar mata uang atau middle rate yang mempengaruhi nilai transaksi perdagangan ekspor kelapa sawit pada penutupan perdagangan sesi tanggal 26 Januari 2026:

  • Middle Rate Dollar AS terhadap Rupiah (IDR): Rp16.838,00
  • Middle Rate Dollar AS terhadap Ringgit Malaysia (MYR): 4,003 MYR
  • Konversi Ringgit Malaysia ke Rupiah: Rp4.205,84 per MYR

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat ke posisi Rp16.838,00 dibandingkan posisi 23 Januari 2026. Kurs Ringgit Malaysia juga mengalami perubahan nilai ke level 4,003 terhadap Dollar AS.

Penguatan harga pada berbagai bursa komoditas ini memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pasar fisik di awal pekan. Kenaikan harga CPO di KPB Nusantara menjadi indikator utama bagi transaksi lokal.

Seluruh data transaksi ini merupakan hasil penutupan resmi pasar fisik dan bursa berjangka untuk penyerahan bulan Februari 2026. Stabilitas harga komoditas sawit menjadi faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi sektor perkebunan.***

Bagikan :

Artikel Lainnya