
Buah kelapa sawit - HaiSawit
Jakarta, HAISAWIT – Tim riset mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) menciptakan inovasi pipa biopori berbahan tandan kosong kelapa sawit dalam ajang Grant Riset Sawit Mahasiswa Nasional di Yogyakarta, Rabu (21/01/2026) hingga Jumat (23/01/2026).
Pencapaian ini menjadi catatan sejarah baru bagi UNIMED karena untuk pertama kalinya berhasil lolos pendanaan riset sawit tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan RI.
Tim tersebut merupakan perwakilan mahasiswa dari Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNIMED Angkatan 2023 yang berkompetisi melawan 1.334 proposal riset dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Dalam sesi monitoring dan evaluasi di Yogyakarta, tim yang diketuai oleh Grandy Sihotang ini mempresentasikan judul penelitian yang berfokus pada pengolahan limbah perkebunan kelapa sawit menjadi material bernilai tambah.
“Inovasi Pembuatan Pipa Biopori dari Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Air dan Sertifikasi Bibit Sawit Berkualitas.” ujar Grandy Sihotang, dikutip dari laman Unimed, Sabtu (31/01/2026).
Inovasi tersebut lahir di bawah bimbingan Moondra Zubir, M.Si., Ph.D, seorang dosen Program Studi Kimia FMIPA UNIMED yang memiliki keahlian dalam mengubah limbah kelapa sawit menjadi bahan baku fungsional atau smart material.
Berikut adalah rincian profil tim riset mahasiswa UNIMED yang terlibat dalam pengembangan pipa biopori tersebut:
- Grandy Sihotang sebagai ketua tim dari PSKM 2023B.
- Martha Elia Sagala dan Bella Julita Sari Tamba sebagai anggota tim dari PSKM 2023B.
- Febrika Yolanda Panjaitan sebagai anggota tim dari CESP 2023.
Tim UNIMED terpilih masuk dalam 40 kelompok terbaik dari 23 perguruan tinggi untuk menjalani penilaian ketat oleh dewan juri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta pihak BPDP.
Setiap tim peserta mendapatkan alokasi waktu 15 menit untuk memaparkan hasil riset, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab strategis selama 45 menit bersama juri ahli di bidang persawitan.
Monitoring ini merupakan fase krusial guna menyeleksi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak Grand Final yang dijadwalkan akan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Juni 2026.
Rektor UNIMED, Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kualitas riset inovasi mahasiswa dalam merespons kebutuhan industri perkebunan serta mendukung program pembangunan berkelanjutan secara nyata.
Dekan FMIPA UNIMED, Dr. Ani Sutiani, M.Si, menambahkan bahwa pencapaian tim riset ini memperkuat budaya kompetisi ilmiah di lingkungan kampus serta mampu mengangkat nama baik institusi pendidikan pada level nasional.***