
Gambar Ilustrasi Lahan Sawit - Hai Sawit
Jakarta, HAISAWIT – Provinsi Jambi menunjukkan posisi strategis dalam peta perkebunan nasional melalui perluasan lahan komoditas unggulan yang kini mendekati angka psikologis satu juta hektar berdasarkan rilis data terbaru.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2024 yang diperbarui pertengahan 2025 memposisikan Jambi sebagai salah satu kekuatan utama sektor perkebunan di Pulau Sumatera selain Riau dan Sumatera Utara.
Dilansir dari laman bps.go.id, Senin (02/02/2026), luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi telah mencapai angka 952,39 ribu hektar, menjadikannya kekuatan besar di wilayah tengah Pulau Sumatera.
Angka tersebut menempatkan Jambi pada peringkat yang sangat kompetitif jika dibandingkan dengan provinsi tetangga, terutama saat melihat sebaran luas lahan perkebunan di seluruh wilayah regional Sumatera.
Rincian luas lahan sawit di beberapa provinsi besar Sumatera berdasarkan data tersebut meliputi:
- Riau: 3.408,68 ribu hektar.
- Sumatera Utara (Sumut): 1.357,23 ribu hektar.
- Sumatera Selatan (Sumsel): 1.239,77 ribu hektar.
- Jambi: 952,39 ribu hektar.
Selisih luas lahan antara Jambi dengan Sumsel kini berada pada kisaran 287 ribu hektar, yang menunjukkan dinamika pertumbuhan perkebunan di wilayah selatan Sumatera semakin ketat setiap tahun.
Posisi Jambi melampaui capaian luas lahan milik Provinsi Aceh yang mencatatkan angka 470,08 ribu hektar, serta Sumatera Barat (Sumbar) yang berada pada angka 448,82 ribu hektar.
Bengkulu dan Lampung juga berada jauh di bawah capaian Jambi, masing-masing dengan luas 424,53 ribu hektar dan 200,18 ribu hektar, mempertegas dominasi Jambi dalam industri minyak nabati.
Pencapaian angka 952,39 ribu hektar mengindikasikan bahwa Jambi hanya memerlukan tambahan luas sekitar 48 ribu hektar lagi guna menggenapi total luas lahan menjadi satu juta hektar secara administratif.
Data BPS menunjukkan bahwa sektor perkebunan di Jambi tidak hanya mengandalkan sawit, namun luas lahan komoditas ini tetap menjadi yang paling dominan dibandingkan karet maupun kelapa rakyat.
Struktur luas lahan di Pulau Sumatera secara keseluruhan masih dipimpin oleh Riau sebagai pemegang rekor tertinggi, namun pergerakan angka di Jambi memberikan sinyal pertumbuhan ekonomi berbasis lahan yang stabil.
Ketersediaan lahan yang tercatat dalam angka sementara 2024 ini memberikan gambaran nyata mengenai sebaran investasi sektor hijau yang berpusat di wilayah Sumatera sejak beberapa dekade terakhir hingga saat ini.
Kehadiran luasan lahan yang masif tersebut memicu aktivitas ekonomi pada sektor pendukung seperti pabrik pengolahan, logistik transportasi, hingga serapan tenaga kerja perkebunan di wilayah pedesaan sepanjang jalur lintas Sumatera.
Perbandingan data antarprovinsi ini menjadi acuan penting bagi para pemangku kepentingan untuk memetakan potensi produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dari wilayah barat Indonesia.
Hingga saat ini, Jambi tetap mempertahankan posisinya sebagai empat besar pemilik lahan sawit terluas di Sumatera, menjaga jarak aman dari kejaran provinsi lain di bagian utara maupun selatan.***