Ini Alasan Sawit Dinilai Paling Efisien dalam Mencegah Erosi dan Kerusakan Tanah

Efisiensi kelapa sawit dalam menjaga struktur tanah berkaitan dengan kanopi permanen, serasah alami, serta akar yang berkembang dalam jangka panjang, sehingga mengurangi limpasan air hujan dan risiko degradasi lahan dibanding tanaman minyak semusim.

ARTIKEL

Arsad Ddin

19 Desember 2025
Bagikan :

Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit - HaiSawit/Arsad Ddin

Jakarta, HAI SAWIT - Kelapa sawit dinilai efisien mencegah erosi karena berstatus tanaman tahunan berakar permanen, dengan tutupan lahan stabil sepanjang siklus produksi, sehingga permukaan tanah terlindungi sepanjang tahun.

Keunggulan tersebut membedakan sawit dari tanaman minyak semusim yang meninggalkan tanah terbuka pascapanen, kondisi yang meningkatkan limpasan air hujan dan memperbesar risiko kerusakan struktur tanah.

Dilansir dari laman Gapki, Jumat (19/12/2025), kelapa sawit memiliki sistem perakaran dalam dan permanen, kanopi penutup, serta serasah alami yang berfungsi meredam pukulan hujan dan menekan erosi.

Akar sawit berkembang selama puluhan tahun, membentuk struktur tanah lebih stabil, membantu infiltrasi air, dan mengurangi aliran permukaan, berbeda dengan lahan tanaman semusim yang diolah berulang.

Tutupan kanopi sawit juga menjaga kelembapan mikro, sementara pelepah gugur membentuk mulsa alami, meningkatkan bahan organik tanah dan kapasitas menahan air sepanjang masa produktif kebun.

Data FAO menunjukkan produktivitas minyak sawit mencapai sekitar 3–4 ton per hektare per tahun, sehingga kebutuhan lahan per ton minyak jauh lebih kecil dibanding alternatif nabati lain.

Efisiensi lahan tersebut berkaitan langsung dengan pencegahan erosi, karena pembukaan area baru dapat ditekan, sementara lahan eksisting dikelola dengan tutupan permanen yang lebih stabil secara hidrologis.

Pada sisi tata kelola, Indonesia menerapkan standar ISPO yang memuat pengelolaan tanah dan air, sebagai kerangka praktik produksi sawit berkelanjutan sesuai rujukan ilmiah dan kebijakan nasional.

Seluruh data dan penjelasan teknis mengenai sawit dan fungsi ekologisnya dihimpun dari publikasi Gapki yang mengacu pada literatur ilmiah, statistik FAO, serta kajian lingkungan global, selengkapnya disini.***

Bagikan :

Artikel Lainnya