Hadir Kembali HASI 2026, Simposium Sawit Internasional Angkat Teknologi Kebun Masa Depan

Simposium sawit internasional HASI 2026 menghadirkan rangkaian diskusi teknis yang membahas penerapan teknologi kebun masa depan, melibatkan pelaku industri nasional dan regional dalam pembahasan mekanisasi, kecerdasan buatan, drone, serta sistem pengelolaan berbasis data.

BERITA

Arsad Ddin

31 Desember 2025
Bagikan :

Jakarta, HAI SAWIT – Industri kelapa sawit menghadapi dinamika global yang menuntut peningkatan efisiensi, produktivitas, dan pemanfaatan teknologi guna menjaga daya saing sekaligus menjawab tantangan operasional kebun yang semakin kompleks.

Perubahan lanskap industri sawit ditandai oleh kebutuhan mekanisasi, digitalisasi, serta pengelolaan kebun berbasis data, seiring keterbatasan tenaga kerja dan tuntutan ketepatan operasional di berbagai kondisi lahan.

Pengembangan teknologi perkebunan kini menjadi bagian penting dalam agenda industri, mulai dari peremajaan tanaman, pengelolaan kebun presisi, hingga optimalisasi panen dan transportasi tandan buah segar.

Dalam kerangka tersebut, forum ilmiah dan industri berperan sebagai ruang berbagi praktik lapangan, riset terapan, serta pengalaman lintas negara yang relevan bagi pelaku perkebunan sawit.

Hadir kembali HASI 2026 digelar pada 22–23 April 2026 sebagai simposium sawit internasional yang mengangkat teknologi kebun masa depan melalui rangkaian diskusi teknis, pameran, dan pertemuan pelaku industri.

Agenda hari pertama diawali pembukaan yang diikuti sambutan Direktur Haisawit Indonesia, Ketua HIPKASI, serta Menteri Pertanian Republik Indonesia sebelum rangkaian sesi tematik dimulai.

Sesi replanting membahas teknik peremajaan sawit di lahan datar dan berbukit untuk mendukung mekanisasi, dengan paparan pengalaman pengelolaan kebun dari perusahaan perkebunan nasional dan regional.

Pembahasan berlanjut pada penerapan kecerdasan buatan dan konsep smart plantation yang menempatkan sistem digital sebagai bagian dari pengelolaan operasional kebun sawit modern.

Teknologi drone juga menjadi agenda penting, khususnya pemanfaatannya dalam kegiatan pemupukan dan pengamanan kebun sawit yang membutuhkan kecepatan, akurasi, serta jangkauan operasional luas.

Hari kedua simposium membahas strategi penanganan isu sosial, plasma, dan legal dalam perkebunan sawit, dilanjutkan pemanfaatan teknologi Global Positioning System untuk aktivitas kebun.

Topik pengendalian hama dan penyakit tanaman sawit turut dibahas melalui pendekatan teknologi riset dan pengembangan yang diterapkan dalam sistem manajemen perkebunan.

Rangkaian HASI 2026 ditutup dengan diskusi metode panen dan transportasi sawit di lahan datar serta berbukit, sebelum sesi penutupan dan penyampaian rekomendasi simposium oleh penyelenggara.***

Bagikan :

Artikel Lainnya