Ekonomi Kalteng Tumbuh 4,99 Persen, Peremajaan dan Hilirisasi Sawit Jadi Faktor Pendorong

Ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh stabil seiring meningkatnya aktivitas sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit. Kinerja ekspor dan hilirisasi CPO ikut memperkuat pencapaian ekonomi triwulan II 2025.

BERITA

Arsad Ddin

7 Agustus 2025
Bagikan :

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti saat rilis resmi pertumbuhan ekonomi triwulan II Kalteng, Selasa (5/8/2025. (Foto: Dok. RRI/aga)

Palangka Raya, HAISAWIT – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan II tahun 2025 tercatat sebesar 4,99 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pertanian, khususnya perkebunan sawit, menjadi pendorong utama.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan hal ini dalam rilis resmi pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Pertumbuhan terjadi seiring dengan penguatan sektor pertanian dan peningkatan kinerja ekspor.

“Salah satunya kan di pertanian ya, kita pertanian itu di perkebunan itu tumbuh positif karena memang ada peremajaan tanaman sawit,” ujar Agnes, dikutip dari laman rri.co.id, Kamis (7/8/2025).

Selain peremajaan tanaman sawit, BPS juga mencatat peningkatan aktivitas pengolahan hasil sawit sebagai faktor lain yang mendorong pertumbuhan. Hal ini menunjukkan peran industri hilir dalam memperkuat nilai tambah CPO.

“Kemudian juga dari sektor ternak juga mengalami peningkatan produksi, kemudian dari industri pengolahan naik juga kan karena CPO itu diolah lagi ada hilirisasi industri, jadi mengolah CPO sampai dengan packagingnya dijual itu jadi juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Kalteng,” jelas Agnes.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen ekspor barang dan jasa. Persentase pertumbuhannya mencapai 7,40 persen, menjadi penopang utama dari sisi permintaan.

Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Kalimantan Tengah saat ini masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Subsektor perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Perkembangan industri hilir sawit yang semakin aktif, seperti pengemasan dan penjualan produk turunan CPO, memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi lokal.

Selain itu, peremajaan tanaman kelapa sawit yang berjalan di beberapa wilayah perkebunan turut memengaruhi kenaikan produktivitas dan nilai ekonomi sektor ini.

Triwulan kedua tahun ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil bagi Kalimantan Tengah, seiring dengan membaiknya kinerja sektor perkebunan dan peningkatan permintaan pasar luar negeri.***

Bagikan :

Artikel Lainnya