E-Optima Dorong Integrasi CSR Perusahaan dengan Pembangunan Daerah di Kalsel

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel mendorong integrasi program CSR perusahaan dengan pembangunan daerah melalui E-Optima, platform digital yang memungkinkan pemantauan, pelaporan, dan koordinasi kegiatan sosial serta pelestarian lingkungan secara terstruktur.

BERITA

Arsad Ddin

22 Desember 2025
Bagikan :

Disbunnak Kalsel gelar Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Periode I Desember 2025 dan Sosialisasi TJSLP di Ruang Rapat Kelapa Sawit Disbunnak Kalsel, Senin (15/12/2025). (Foto: Disbunnak Kalsel)

Banjarbaru, HAI SAWIT - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menggenjot pemanfaatan sistem digital E-Optima untuk menyelaraskan program CSR perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.

Kegiatan ini digelar bersamaan dengan sosialisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor sawit dan peternakan di Banjarbaru, Senin (15/12).

Dilansir dari laman Disbunnak Kalsel, Senin (22/12/2025), setiap perusahaan dapat melaporkan rencana TJSLP secara terintegrasi dan transparan melalui aplikasi digital, sehingga dampaknya pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan dapat terukur.

E-Optima menyediakan platform yang memungkinkan pemantauan realisasi program secara akuntabel, termasuk dokumentasi kegiatan dan laporan keuangan, mendukung sinkronisasi antara perusahaan dan pemerintah daerah.

Pemangku kepentingan dari kabupaten sentra sawit, koperasi, dan asosiasi petani plasma turut hadir untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai mekanisme pelaporan TJSLP melalui sistem digital.

Sistem ini memungkinkan pengelolaan data program sosial dan lingkungan menjadi lebih efisien, memudahkan analisis hasil program, serta mempercepat tindak lanjut berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

Disbunnak Kalsel menekankan bahwa integrasi digital ini menjadi bagian dari upaya pemprov untuk memajukan pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan dan peternakan.

Penerapan E-Optima juga mencakup koordinasi lintas sektor, sehingga setiap program CSR perusahaan dapat disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah yang sedang berjalan.

Pelaporan berbasis sistem digital diharapkan meningkatkan transparansi, meminimalkan tumpang tindih program, dan mempermudah evaluasi efektivitas TJSLP di lapangan.

Pemprov Kalsel melalui Disbunnak memastikan bahwa implementasi E-Optima menjadi alat utama untuk memadukan kegiatan perusahaan dengan pembangunan sosial dan lingkungan, selaras dengan kebutuhan masyarakat Banua.***

Bagikan :

Artikel Lainnya