
Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menggelar penanaman perdana jagung hibrida di sela perkebunan kelapa sawit muda yang berlangsung di Desa Batu Balian, Kecamatan Simpang Empat, Senin (8/9/2025). (Foto: Dok. Distan Banjar)
Martapura, HAISAWIT – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menggelar penanaman perdana jagung hibrida di sela perkebunan kelapa sawit muda. Kegiatan berlangsung di Desa Batu Balian, Kecamatan Simpang Empat, pada Senin (8/9/2025).
Acara diikuti jajaran Distan Banjar bersama Polres Banjar, Polsek Simpang Empat, BRMP, Koordinator Balai, penyuluh pertanian, Gapoktan Muara Desa, serta tokoh masyarakat setempat.
“Kami mendukung penuh segala bentuk inovasi dan kegiatan pertanian di Kabupaten Banjar. Optimalisasi lahan, termasuk pemanfaatan lahan di antara tanam kelapa sawit untuk tanaman pangan seperti jagung hibrida, adalah terobosan yang kami apresiasi. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan,” ujar Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan, Nurul Chatimah, dikutip dari laman Infopublik Kabupaten Banjar, Sabtu (13/9/2025).
Nurul menjelaskan bahwa pola tumpang sisip menjadi solusi bagi keterbatasan lahan pertanian. Pada masa sawit belum menghasilkan, lahan di antara barisan sawit masih bisa ditanami jagung sebagai komoditas pangan berumur pendek.
Pola ini menurutnya mampu meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menambah hasil produksi jagung hibrida. Dengan begitu, ketersediaan pangan bisa lebih terjaga tanpa mengurangi perkembangan tanaman sawit.
“Pola tumpang sisip bukanlah hal yang benar-benar baru, tetapi inovasi dalam pemilihan varietas unggul seperti jagung hibrida adalah kuncinya. Jagung hibrida memiliki produktivitas yang tinggi dan umur panen yang relatif singkat, sehingga sangat cocok ditanam di lahan sawit yang masih muda," jelas perwakilan BRMP Provinsi Kalimantan Selatan, Sholih Nugroho.
Ia juga menambahkan, jagung hibrida menjadi pilihan tepat karena mampu memberi manfaat ganda. Selain menghasilkan panen, kehadiran tanaman pangan ini dapat mendukung ekosistem perkebunan sawit muda.
"Ini adalah simbiosis mutualisme, selain menghasilkan panen jagung, tanaman jagung juga membantu menekan gulma dan menjaga kelembaban tanah untuk pertumbuhan sawit,” ujar Sholih.
Penanaman perdana di Batu Balian digelar dengan melibatkan kelompok tani setempat sebagai pelaksana di lapangan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan langsung teknik tumpang sisip kepada para petani.
Praktik lapangan itu juga menjadi momentum awal untuk mendorong pengadopsian pola tanam serupa di berbagai wilayah Kabupaten Banjar. Pemerintah daerah bersama instansi terkait menekankan pentingnya inovasi pertanian demi penguatan ketahanan pangan berbasis lokal.***