Bupati Kubu Raya Sujiwo meresmikan operasional pabrik PT ATP Bio Indonesia di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, yang mengolah limbah cangkang sawit menjadi biokokas sebagai bahan bakar padat ramah lingkungan.
Arsad Ddin
10 Desember 2025Bupati Kubu Raya Sujiwo meresmikan operasional pabrik PT ATP Bio Indonesia di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, yang mengolah limbah cangkang sawit menjadi biokokas sebagai bahan bakar padat ramah lingkungan.
Arsad Ddin
10 Desember 2025
Kubu Raya, HAI SAWIT - Bupati Kubu Raya Sujiwo meresmikan operasional pabrik PT ATP Bio Indonesia di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Selasa (09/12/2025). Pabrik ini mengolah limbah cangkang sawit menjadi biokokas, bahan bakar padat ramah lingkungan.
Peresmian ditandai dengan simbolis pengguntingan pita dan peninjauan fasilitas produksi biokokas oleh Bupati Sujiwo dan jajaran manajemen PT ATP Bio Indonesia. Kegiatan ini dihadiri pejabat daerah serta masyarakat setempat.
Sebelum peresmian, Bupati Sujiwo menyampaikan sambutan mengenai pentingnya investasi yang memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi daerah.
“Investasi itu legal mau bergerak di bidang sawit, trading, mau bergerak di manufaktur dan lain sebagainya, kita welcome. Karena dengan investasi, apakah itu lokal, dalam negeri, luar negeri, atau penanaman modal asing, itu akan berdampak positif untuk daerah,” ujar Sujiwo, dikutip dari laman Pemkab Kubu Raya, Rabu (10/12/2025).
PT ATP Bio Indonesia memanfaatkan limbah cangkang sawit sebagai bahan baku utama biokokas. Produk ini dihasilkan dengan teknologi hasil kolaborasi perusahaan Jepang, Aisin Takaoka, yang menawarkan solusi energi rendah emisi.
Fasilitas pabrik biokokas ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi industri, sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri pendukung di Kabupaten Kubu Raya.
Presiden Direktur PT ATP Bio Indonesia Kenji Taki menjelaskan lebih lanjut mengenai inovasi teknologi yang diterapkan di pabrik.
“Biokokas ini merupakan teknologi pertama di dunia yang menawarkan solusi rendah emisi sebagai pengganti batu bara. Cangkang sawit, yang selama ini dianggap material sampingan, kini memiliki nilai baru dalam proses dekarbonisasi industri global,” ungkap Kenji Taki.
Manajemen pabrik menargetkan serapan tenaga kerja lokal minimal 60 persen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Kenji Taki menambahkan mengenai kontribusi fasilitas baru bagi daerah dan industri energi berkelanjutan.
“Dengan mulai beroperasinya fasilitas ini, saya berharap dapat berkontribusi pada upaya dekarbonisasi industri, memperkuat perekonomian daerah, serta memperluas pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi berkelanjutan di Indonesia,” kata Kenji Taki.
Selain produksi biokokas, pabrik juga melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Operasional PT ATP Bio Indonesia menjadi salah satu contoh pemanfaatan limbah sawit secara produktif, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di wilayah Kalimantan Barat.***