
Dok. YouTube Hai Sawit TV
Jakarta, HAISAWIT – Mahasiswa Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB) memaparkan alasan kuat generasi muda memilih mendalami industri kelapa sawit dalam program Bincang Sawit Milenial yang tayang pada Jum'at, 31 Januari 2025.
Pilihan karir pada sektor ini dianggap sangat strategis bagi masa depan karena ketersediaan lapangan kerja yang stabil dan adanya jaminan beasiswa penuh dari PT Smart Tbk bagi mahasiswa berprestasi.
Narasumber pertama, Gravito, menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas primer yang perannya tidak tergantikan oleh bahan lain, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan serta produk kecantikan masyarakat global secara rutin.
“Contohnya kan minyak sawit nih, minyak sawit kan enggak mungkin kita goreng makanan pakai apa gitu? Selain di bidang minyak tadi, kosmetik juga kan dibutuhkan dikecantikan gitu. Jadi istilahnya enggak pernah matilah industri sawit ini terus berkelanjutan.” ujar Gravito, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Jum'at (31/01/2025).
Menanggapi berbagai sentimen negatif terkait isu lingkungan yang sering muncul, Gravito memberikan perspektif berbeda berdasarkan ilmu yang ia peroleh selama menempuh pendidikan teknologi pengolahan sawit di kampus ITSB.
“Sawit enggak seburuk itu yang biasa didengar di TV-TV, sawit bisa menambah emisi karbon. Tapi sawit memberikan banyak dampak yang bermanfaat bagi kita.” ungkapnya secara lugas untuk meluruskan persepsi publik.
Selain aspek pengolahan, industri ini juga melibatkan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang masif, sehingga mahasiswa dipersiapkan melalui pendidikan kedisiplinan yang ketat guna memimpin ratusan pekerja di area perkebunan.
Beasiswa dari PT Smart Tbk memberikan berbagai keuntungan yang sangat kompetitif bagi para mahasiswa pilihan, di antaranya adalah:
- Pembebasan biaya perkuliahan secara penuh sebesar 100%.
- Pemberian uang saku khusus bagi mahasiswa yang berhasil masuk peringkat sepuluh besar.
- Kepastian penempatan kerja melalui ikatan dinas selama lima tahun setelah wisuda.
Zega, narasumber lainnya, menambahkan informasi mengenai luasnya penyerapan tenaga kerja di area operasional perusahaan yang ternyata mencakup banyak profesi di luar bidang pertanian maupun teknik murni secara spesifik.
“Di kebun itu ada sekolah juga dibuat sekolahnya juga, jadi ibaratnya dibutuhkan guru gitu loh. Terus ada kliniknya, dibutuhkan dokter, perawat, segala macam. Jadi banyak peluang kerjanya kalau di kebun.” kata Zega memaparkan peluang karir.
Pendaftaran beasiswa ini terbuka bagi masyarakat umum melalui proses seleksi administratif, Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, hingga pemeriksaan kesehatan serta uji fisik yang berlangsung selama sekitar sembilan bulan lamanya.
Mahasiswa ITSB yang lolos seleksi juga wajib mengikuti pendidikan dasar kedisiplinan bersama personel tentara guna membentuk ketahanan fisik sebelum nantinya terjun langsung mengelola operasional pabrik atau kebun kelapa sawit.***