Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah merilis pembaruan harga Tandan Buah Segar per 29 Januari 2026.
Arsad Ddin
30 Januari 2026Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah merilis pembaruan harga Tandan Buah Segar per 29 Januari 2026.
Arsad Ddin
30 Januari 2026
Jakarta, HAISAWIT – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah mengumumkan pembaruan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada Kamis, 29 Januari 2026, yang menunjukkan tren kenaikan harga di wilayah tersebut.
Kenaikan harga pembelian ini secara khusus terjadi pada salah satu pabrik pengolahan di area Pinang Sebatang, sementara tiga pabrik kelapa sawit lainnya terpantau masih mempertahankan harga dari periode sebelumnya.
Dilansir dari laman RSPO, Minggu (18/01/2026), grafik harga komoditas sawit global memberikan pengaruh signifikan terhadap penetapan nilai jual di tingkat daerah, termasuk angka pembelian yang kini menyentuh level tiga ribu rupiah.
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Bangka Tengah memberikan variasi harga berbeda bagi para petani, dengan daftar nominal terkini sebagai berikut:
Kenaikan paling signifikan tercatat pada PT BAM yang mengalami perubahan nilai beli sebesar Rp50 dibandingkan hari sebelumnya, menjadikannya pembeli dengan harga tertinggi saat ini di kabupaten tersebut.
Sebelumnya, PT BAM hanya mematok harga senilai Rp2.950 per kilogram, namun per hari ini angka tersebut meningkat guna menyesuaikan kondisi pasar serta ketersediaan stok buah di tingkat petani.
Sementara itu, PSM tidak melakukan perubahan harga sama sekali, tetap stabil pada angka Rp2.970 per kilogram, yang menempatkannya sebagai pembeli tertinggi kedua bagi petani di wilayah Bangka Tengah.
Unit pengolahan PBT juga menunjukkan stabilitas nilai beli dengan harga Rp2.950 per kilogram, sama persis dengan angka yang diberlakukan pada hari kemarin tanpa ada pergerakan naik atau turun.
Adapun SNS tercatat sebagai pabrik dengan harga pembelian terendah di antara para pesaingnya, yaitu senilai Rp2.900 per kilogram, yang juga tidak mengalami perubahan dari harga beli periode sebelumnya.
Data pergerakan harga ini bersumber langsung dari laporan harian Pabrik Kelapa Sawit yang disebarluaskan oleh pemerintah daerah guna memberikan transparansi informasi bagi seluruh petani mandiri maupun petani skema kemitraan.
Informasi real-time tersebut sangat krusial agar masyarakat dapat menentukan tujuan pengiriman hasil panen mereka ke lokasi yang menawarkan nilai jual paling menguntungkan guna menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui sistem informasi harga tetap memantau distribusi serta penyerapan TBS demi memastikan rantai pasok industri minyak sawit mentah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung berjalan lancar.
Kondisi pasar yang dinamis ini diprediksi akan bergantung pada fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional yang sering kali berubah dalam waktu singkat mengikuti permintaan global saat ini.***