
Ilustrasi Perkebunan Sawit - Hai Sawit/Arsad Ddin
Bali, HAI SAWIT – Pemerintah menyiapkan langkah percepatan untuk mencapai target produksi 100 juta ton CPO pada 2045 melalui peningkatan Produktivitas Sawit dan penguatan kebijakan hulu hingga hilir.
Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa peningkatan Produktivitas Sawit menjadi fondasi utama penguatan industri kelapa sawit nasional, seiring kontribusinya terhadap ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.
Dalam 21st Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook yang digelar di Bali, Kamis (13/11/2025), Plt. Dirjen Perkebunan Abdul Roni Angkat memaparkan arah kebijakan sawit yang diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan penguatan tata kelola berkelanjutan guna mendukung percepatan Produktivitas Sawit.
Roni mengatakan pemerintah meningkatkan layanan teknis bagi petani sawit melalui sejumlah program strategis. Ia menilai langkah tersebut penting menjaga daya saing industri dari hulu, termasuk pada aspek peremajaan.
“Kementan terus mempercepat peningkatan produktivitas melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penguatan sarana prasarana, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan, serta pemberdayaan kelembagaan pekebun. Penyederhanaan regulasi PSR dengan memberikan norma waktu untuk pelaksanaan verifikasi persyaratan terbukti mempercepat layanan bagi petani,” ujar Roni, dikutip dari laman Ditjenbun, Rabu (19/11/2025).
Dalam penjelasannya, Roni memaparkan perluasan program strategis pemerintah seperti pengembangan kebun plasma dan kebun inti yang akan didukung pembangunan fasilitas pengolahan hingga hilir.
Di sisi lain, BPDP memastikan penguatan program biodiesel berlanjut melalui pengembangan pasar domestik dan penyediaan pembiayaan yang mendorong stabilitas industri kelapa sawit nasional.
Langkah tersebut menyasar penguatan rantai pasok energi hijau, termasuk riset biofuel generasi lanjut yang menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan industri berbasis minyak sawit.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pengembangan hilirisasi sawit sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan dan energi, selaras kebutuhan CPO nasional yang meningkat setiap tahun.
Amran menyampaikan target 100 juta ton CPO pada 2045 hanya dapat dicapai bila peningkatan produktivitas minimal 3,95% per tahun direalisasikan melalui sinergi seluruh pelaku industri dan upaya peningkatan Produktivitas Sawit nasional.
Ia menambahkan pemerintah juga memperluas dukungan pada industri turunan seperti oleokimia, biofuel, bioavtur, dan produk pangan demi memperkuat struktur industri berbasis sawit.
Kementan memastikan pencapaian target produksi nasional berjalan beriringan dengan kebijakan keberlanjutan melalui implementasi ISPO terbaru dan percepatan sertifikasi petani rakyat, sejalan dengan kebutuhan peningkatan Produktivitas Sawit jangka panjang.***