Sulawesi Barat Disiapkan Jadi Kawasan Perkebunan Sawit Transmigran, Menteri Transmigrasi Dorong Peta Jalan Investasi

Kunjungan kerja Menteri Transmigrasi ke Sulawesi Barat mencakup dialog bersama warga transmigran. Usulan pembangunan pabrik sawit mengemuka sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah hasil kebun rakyat.

BERITA

Arsad Ddin

19 Juli 2025
Bagikan :

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menghadiri dialog bersama warga transmigrasi di Desa Kabuloang Mamuju Sulawesi Barat,  Jumat (18/07/2025). (Foto: 
Kementrans RI)

Mamuju, HAISAWIT – Menteri Transmigrasi mengawali kunjungan kerjanya di Sulawesi Barat dengan meninjau kawasan transmigrasi di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Jumat pagi (18/7/2025).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Bupati Mamuju, serta warga dari berbagai wilayah transmigrasi di provinsi tersebut.

Dikutip dari laman Kementerian Transmigrasi, Sabtu (19/07/2025), sebanyak 21 peneliti akan diturunkan untuk memetakan potensi kawasan, termasuk pengembangan komoditas kelapa sawit oleh para transmigran.

Warga dari Mamuju Tengah mengusulkan pendirian pabrik kelapa sawit agar hasil panen dapat diolah langsung di daerah. Aspirasi itu disampaikan dalam dialog terbuka bersama menteri dan gubernur.

Salah satu tokoh transmigran, Mukhlis, meminta agar Desa Kabuloang bisa masuk ke dalam kawasan transmigrasi formal. Ia menyampaikan pengalamannya bermukim sejak tahun 1980-an.

Dalam tanggapannya, Gubernur menyampaikan bahwa sebagian besar penduduk Mamuju Tengah berasal dari keluarga transmigran. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan status lahan dalam pengembangan kawasan.

Menteri menyampaikan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini mengedepankan penguatan kawasan dan mendorong investasi, termasuk pengembangan usaha kelapa sawit di daerah transmigrasi.

Selama kunjungan, Menteri juga meninjau lokasi rencana pembangunan Mess Patriot yang akan menjadi tempat tinggal peserta ekspedisi serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Sebanyak 105 orang akan dilibatkan dalam program Ekspedisi Patriot. Mereka terdiri dari tim peneliti dan mahasiswa dari UI, UGM, ITB, IPB, dan ITS untuk penguatan kapasitas kawasan.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merancang pembangunan wilayah transmigrasi yang berbasis potensi unggulan daerah, salah satunya sektor perkebunan kelapa sawit.***

Bagikan :

Artikel Lainnya