Strategi Petani Singkil Utara Kelola Lahan Sawit Demi Produktivitas Optimal

Petani di Singkil Utara menerapkan strategi pembersihan lahan dan pengolahan tanah secara teknis untuk memacu produktivitas sawit. Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur hara tanah guna mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

BERITA

Arsad Ddin

27 Januari 2026
Bagikan :

Penanaman Pohon Kelapa Sawit (Foto: rri.co.id)

Jakarta, HAISAWIT – Para petani di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, menerapkan manajemen persiapan lahan secara teknis guna memacu produktivitas tanaman kelapa sawit pada Jumat (23/01/2026).

Langkah awal budidaya tersebut mencakup pembersihan area dari pohon liar dan semak belukar, serta pengolahan struktur tanah secara mendalam sebelum bibit mulai ditanam pada lubang tanam yang tersedia.

Pelaksanaan tata kelola perkebunan yang baik di wilayah ini juga bersinggungan dengan tuntutan pasar global mengenai standar operasional yang memenuhi prinsip keberlanjutan dalam rantai pasok minyak nabati dunia.

“Seiring dengan perkembangan persyaratan regulasi, pengadaan minyak sawit, minyak inti sawit, dan turunannya secara berkelanjutan menjadi semakin penting, di samping dukungan berkelanjutan bagi petani kecil,” ujar Slamet Amin, dikutip dari rri.co.id, Selasa (27/01/2026).

Aktivitas pembukaan lahan tanpa bakar menjadi prioritas utama para pekebun di Singkil Utara guna menjaga kualitas hara tanah serta mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku bagi sektor perkebunan nasional.

Selain aspek lingkungan, para petani memperhatikan drainase dan ketersediaan air di sekitar lahan untuk memastikan bibit yang baru ditanam tidak mengalami cekaman kekeringan maupun genangan air yang berlebih.

Beberapa poin penting dalam pengelolaan lahan di Aceh Singkil meliputi:

  • Pembersihan vegetasi liar yang dapat menjadi kompetitor nutrisi bagi tanaman utama.
  • Pengolahan tanah untuk memperbaiki sirkulasi udara di dalam perakaran bibit.
  • Pembuatan lubang tanam dengan standar ukuran tertentu sesuai anjuran teknis budidaya.

“Setelah penanaman, tanaman sawit dirawat dengan pengirisan gulma dan pemupukan secara rutin agar pertumbuhannya optimal,” kata Slamet Amin menjelaskan prosedur perawatan berkala bagi tanaman muda di perkebunannya.

Pengendalian tumbuhan pengganggu dilakukan secara mekanis maupun kimiawi untuk menjamin distribusi pupuk dapat terserap sepenuhnya oleh akar kelapa sawit tanpa adanya gangguan dari gulma di piringan pohon.

Aktivitas ekonomi di Kabupaten Aceh Singkil bergantung pada sektor ini, mengingat lebih dari 70 persen penduduk setempat menggantungkan penghasilan dari komoditas kelapa sawit sebagai mata pencaharian utama setiap harinya.

Keberhasilan praktik budidaya di tingkat petani kecil memberikan kontribusi signifikan terhadap volume produksi Crude Palm Oil (CPO) regional yang kemudian didistribusikan menuju pabrik pengolahan kelapa sawit di wilayah Aceh.

Data menunjukkan bahwa dominasi kelapa sawit di wilayah Singkil Utara menciptakan perputaran uang yang tinggi di pasar lokal, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar pada setiap siklus panen.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pupuk subsidi guna mendukung kelancaran pemupukan rutin yang menjadi bagian dari strategi perawatan intensif para petani di lapangan.

Kabupaten Aceh Singkil saat ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat terbesar di Provinsi Aceh dengan pertumbuhan luas tanam yang stabil setiap tahunnya.***

Bagikan :

Artikel Lainnya