
Gambar Illustrasi Buah Sawit - Hai Sawit
Semarang, HAISAWIT – Aktivitas manufaktur pada sektor pengolahan produk turunan kelapa sawit di Jawa Tengah menunjukkan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja serta peningkatan volume ekspor nonmigas.
Pengembangan industri hilir ini melibatkan berbagai perusahaan besar yang fokus pada pengolahan limbah menjadi komoditas bernilai tambah tinggi untuk memenuhi permintaan pasar internasional yang mewajibkan standar keberlanjutan serta legalitas administratif ketat.
Dilansir dari laman BeaCukai TanjungEmas, Minggu (08/002/2026), pelaksanaan ekspor komoditas turunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 2 Tahun 2025 yang merupakan revisi atas peraturan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 26 Tahun 2024.
Regulasi tersebut menjadi basis bagi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Emas dalam memberikan pendampingan teknis kepada para pelaku industri pengolahan di wilayah Semarang.
Fokus utama dari aktivitas ini adalah memastikan kelancaran pengiriman Refined Used Cooking Oil (RUCO) yang diproduksi oleh perusahaan lokal agar mampu menembus hambatan teknis perdagangan internasional secara cepat dan efisien.
Berikut adalah beberapa entitas bisnis yang terlibat dalam penguatan rantai pasok ekspor produk turunan sawit tersebut:
- PT Bonanza Megah sebagai produsen utama minyak jelantah olahan.
- PT Kurnia Sari Utama yang berfokus pada distribusi logistik.
- PT Gapura Mas Lestari sebagai mitra pendukung sektor manufaktur.
Operasional pabrik yang berjalan secara stabil berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar area industri yang mengandalkan keahlian teknis dalam pengolahan bahan baku menjadi produk siap ekspor.
Pihak otoritas kepabeanan menyediakan fasilitas laboratorium pengujian sampel guna memberikan kepastian teknis bagi perusahaan sehingga proses administrasi ekspor tidak memakan waktu lama dan biaya operasional tetap terkendali dengan baik.
Kelancaran arus barang menuju pelabuhan sangat bergantung pada kepatuhan perusahaan terhadap dokumen persyaratan ekspor yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.
Stabilitas industri hilir kelapa sawit ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di Semarang melalui perolehan devisa negara yang dihasilkan dari pengapalan produk-produk hasil olahan limbah minyak goreng nabati.
Beberapa manfaat strategis dari penguatan jalur ekspor manufaktur ini meliputi:
- Peningkatan nilai investasi pada sektor industri hijau berbasis kelapa sawit.
- Terbukanya posisi pekerjaan baru bagi masyarakat di bidang operasional pabrik.
- Optimalisasi pemanfaatan limbah domestik menjadi produk ekspor bernilai ekonomi.
KPPBC Tanjung Emas melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi guna memastikan bahwa kapasitas manufaktur selaras dengan target volume pengiriman yang diajukan oleh para pengusaha penghasil devisa dalam skema pendampingan.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan operasional sektor swasta, produk turunan kelapa sawit asal Jawa Tengah kini memiliki daya saing kompetitif yang lebih kuat di kancah perdagangan dunia.
Keberlangsungan aktivitas manufaktur ini menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat struktur industri nasional melalui pemanfaatan maksimal seluruh bagian dari pohon kelapa sawit secara produktif.***