Pemkab Beltim Dorong Pemanfaatan Pelepah Sawit Jadi Produk UMKM Bernilai Ekspor

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mendorong pengolahan pelepah sawit menjadi produk UMKM bernilai ekspor. Kegiatan yang digelar ASPEKPIR Indonesia bersama BPDP ini diharapkan memperkuat ekonomi daerah sekaligus membuka peluang baru bagi petani sawit mengembangkan produk turunan ramah lingkungan.

BERITA

Arsad Ddin

27 Oktober 2025
Bagikan :

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama ASPEKPIR Indonesia dan BPDP menggelar praktik pengolahan pelepah sawit menjadi produk UMKM bernilai ekspor di Aula Kantor Camat Gantung, Kamis (23/10/2025). (Foto: Diskominfo SP Beltim)

Beltim, HAISAWIT – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mendorong pengembangan inovasi pemanfaatan pelepah sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat sektor hilir sawit yang berpotensi menembus pasar ekspor melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan praktik pengolahan pelepah sawit menjadi produk UMKM yang digelar oleh ASPEKPIR Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Aula Kantor Camat Gantung, Kamis (23/10/2025).

Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, menyebutkan bahwa inisiatif tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka peluang baru bagi petani sawit di tengah fluktuasi harga komoditas.

“Kepada UMKM lokal berbasis kelapa sawit diharapkan tidak hanya fokus pada CPO atau tandan buah segar saja, tetapi juga mulai mengembangkan produk turunan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi besar di pasar ekspor, seperti lidi sawit dan biochar,” ujar Khairil Anwar, dikutip dari laman Pemkab Beltim, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, pengolahan pelepah sawit menjadi produk bernilai ekonomi bukan sekadar inovasi teknis, melainkan juga upaya memperluas peluang kerja dan memperkuat daya saing daerah dalam sektor hilir perkebunan.

“Mari kita jadikan pelepah sawit bukan lagi limbah, tetapi sumber nilai tambah ekonomi yang membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” katanya.

Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan narasumber praktisi biochar dan eksportir lidi sawit. Para peserta berasal dari berbagai elemen seperti ketua koperasi, anggota ASPEKPIR, serta petani kelapa sawit di wilayah Belitung Timur.

Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia, Setiyono, menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk memperluas wawasan petani sawit dalam mengelola limbah perkebunan menjadi produk yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.

“Disamping memberikan edukasi bagaimana menanam sawit dengan baik, kita juga menambah kegiatan yaitu memanfaatkan limbah-limbah seperti lidi, pelepah, tandan kosong untuk diolah menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis sehingga menambah kesejahteraan penghasilan para petani,” ujarnya.

Setiyono menilai, pengolahan limbah sawit secara kreatif akan membantu petani memiliki sumber penghasilan tambahan di luar penjualan hasil utama kebun. Upaya ini juga mendorong terciptanya ekosistem industri kecil berbasis sawit di daerah.

Kegiatan praktik pengolahan pelepah sawit tersebut mendapat dukungan penuh dari BPDP. Lembaga itu menugaskan perwakilannya, Anwar Sadad, untuk hadir bersama jajaran dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Pangan, serta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Beltim.

Selain perwakilan pemerintah daerah, acara ini juga dihadiri Camat Gantung, Kepala Desa Lenggang, serta Ketua BPD Desa Lenggang yang ikut menyaksikan antusiasme peserta selama praktik berlangsung. Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang membuka ruang sinergi baru antara petani, asosiasi, dan pemerintah dalam memperkuat nilai tambah limbah sawit di Belitung Timur.***

Bagikan :

Artikel Lainnya