Forum Bisnis Aceh, Malaysia, dan Taiwan Dorong Lhokseumawe Jadi Sentra Ekspor Sawit

Kerja sama perdagangan antara Aceh, Malaysia, dan Taiwan memberi angin segar bagi upaya Lhokseumawe membangun sentra ekspor sawit. Melalui forum bisnis ini, potensi daerah di sektor hilir sawit dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan perluasan pasar ekspor.

BERITA

Arsad Ddin

5 November 2025
Bagikan :

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar bersama investor internasional saat menghadiri Forum Bisnis Aceh, Malaysia, dan Taiwan. (Foto: Dok. Pemko Lhokseumawe)

Lhokseumawe, HAISAWIT – Forum Bisnis Aceh, Malaysia, dan Taiwan membuka peluang besar bagi Lhokseumawe untuk menjadi sentra ekspor kelapa sawit. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha lintas negara yang fokus pada perdagangan dan hilirisasi sawit.

Pemerintah Kota Lhokseumawe menilai kerja sama tersebut penting untuk memperkuat posisi Aceh dalam rantai pasok ekspor sawit di kawasan Asia Tenggara dan meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit lokal.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan bahwa penguatan ekspor menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sawit asal Aceh di tingkat global. Ia menekankan pentingnya nilai tambah bagi masyarakat melalui hilirisasi industri sawit.

“Kita ingin sawit Aceh memiliki daya saing global dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sayuti Abubakar, Selasa (4/11/2025), dikutip dari laman rri.co.id, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, forum bisnis ini menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara, khususnya dalam memperluas kerja sama investasi dan memperkuat arus ekspor produk turunan sawit.

Sayuti menjelaskan, potensi Lhokseumawe dalam pengembangan industri sawit cukup besar. Salah satunya pada sektor cangkang sawit (palm kernel shell) yang kini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan dan komoditas ekspor bernilai tinggi.

“Potensi sumber daya dan letak strategis Lhokseumawe menjadikan kota ini sangat ideal untuk pengembangan industri cangkang sawit dan produk turunannya,” ucap Sayuti.

Ia menambahkan, posisi geografis Lhokseumawe yang berdekatan dengan jalur perdagangan internasional menjadi keuntungan tersendiri dalam mempercepat arus logistik ekspor. Kondisi ini semakin mendukung peran kota tersebut sebagai pusat perdagangan sawit di wilayah utara Aceh.

Selain pemerintah daerah, pihak swasta juga mengambil bagian dalam penguatan sektor ini. Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe, Habibillah, menyebut forum tersebut sebagai upaya konkret membuka peluang investasi baru di sektor perkebunan sawit Aceh.

Habibillah menilai, kerja sama antarnegara yang dibangun melalui forum tersebut dapat memperluas jejaring ekspor, khususnya untuk komoditas sawit dan produk turunannya. Dukungan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah berbasis perkebunan.

Adapun potensi besar yang dimiliki Lhokseumawe turut didukung oleh keberadaan Pelabuhan Krueng Geukueh dan kawasan industri yang memadai. Fasilitas tersebut memberi dukungan nyata bagi aktivitas ekspor sawit dan memperkuat daya saing Aceh di pasar global.***

Bagikan :

Artikel Lainnya