Dilema Mahasiswa Pertanian Antara Industri Kreatif dan Masa Depan Cerah Kelapa Sawit

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya membahas dilema pilihan karier antara industri kreatif dan sektor kelapa sawit. Diskusi ini bertujuan membedah potensi besar lapangan kerja serta peran generasi muda dalam memodernisasi perkebunan nasional.

HAI EDUKASI SAWIT

Arsad Ddin

3 Februari 2026
Bagikan :

Dok. YouTube Hai Sawit TV - Bincang Sawit Milenial


Jakarta, HAISAWIT – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Zetta dan Ara, membedah tantangan karier milenial dalam acara Bincang Sawit Milenial pada 7 Oktober 2024 untuk menggali potensi besar sektor perkebunan.

Fenomena pergeseran minat generasi muda ke sektor digital menjadi bahasan utama karena industri kelapa sawit sebenarnya menawarkan jenjang karier menjanjikan serta kontribusi nyata bagi devisa negara Indonesia secara berkelanjutan.

Zetta menjelaskan bahwa arus konsumsi konten digital saat ini sering kali membuat mahasiswa lebih terpaku pada profesi populer di media sosial dibandingkan melihat peluang besar pada sektor agribisnis nasional.

“Kita sebagai anak muda harusnya bisa melihat peluang itu untuk melanjutkan karir kita ke depannya, cuman mungkin karena banyak sekarang ini yang dipertontonkan atau yang jadi konsumsi biasanya kita jadi kayak content creator atau YouTuber yang biasanya banyak di industri kreatif.,” ujar Zetta, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Selasa (03/02/2026).

Menanggapi dilema tersebut, mahasiswa tingkat akhir ini menawarkan solusi berupa integrasi antara kemahiran mengolah konten kreatif dengan penyebaran informasi yang akurat mengenai industri kelapa sawit kepada masyarakat luas.

“Harapannya dipadupadankan juga mungkin bisa antara industri kreatif dengan seperti ini, ini kayak media untuk penyebaran informasi sawit.” ungkapnya saat menjelaskan fungsi media digital sebagai jembatan informasi pertanian.

  • Industri sawit menyerap banyak Sumber Daya Manusia (SDM).
  • Indonesia merupakan eksportir minyak sawit mentah terbesar dunia.
  • Sektor ini membutuhkan sentuhan inovasi teknologi dari kalangan akademisi.

Lulusan Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) serta Teknik Bioproses (TBP) memiliki peran krusial dalam memodernisasi alat panen maupun mengoptimalkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi sumber energi baru.

Zetta menambahkan bahwa keterikatan masyarakat dengan hasil bumi sering kali terlupakan karena kurangnya kesadaran kolektif terhadap asal-usul produk konsumsi harian yang sebagian besar berasal dari olahan kelapa sawit.

“Tapi luput kalau misalnya sehari-hari kita tuh berhubungannya sama pertanian gitu, dan melihat potensi harusnya ini menjadi potensi yang sebesar itu untuk kita justru ikut serta di dalamnya.” tegasnya kembali.

Pemanfaatan selulosa dari limbah perkebunan untuk bahan baku bioplastik dan bahan bakar nabati menjadi salah satu fokus riset mahasiswa FTP UB guna mendukung program hilirisasi industri kelapa sawit nasional.

Acara bincang-bincang ini diakhiri dengan pesan bagi mahasiswa semester tujuh agar segera menyelesaikan tugas akhir sehingga dapat berkontribusi langsung pada sektor perkebunan yang memerlukan regenerasi kepemimpinan dari kalangan milenial.***

Bagikan :

Artikel Lainnya