
Ilustrasi Perkebunan Sawit - HaiSawit
Jakarta, HaiSawit – Penanganan dinamika sosial dan manajemen konflik menjadi materi utama dalam gelaran Hai Sawit Simposium (HASI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 April 2026 di Jakarta.
Forum internasional ini menghadirkan praktisi hubungan masyarakat dan pimpinan perusahaan agribisnis untuk mengupas tuntas strategi menjaga harmoni di lingkungan perkebunan. Fokus utama pertemuan meliputi teknik mediasi serta penguatan relasi komunitas.
Keberlanjutan operasional kebun sangat bergantung pada stabilitas sosial dengan penduduk sekitar wilayah konsesi. Simposium menyediakan ruang bagi manajer kebun untuk mempelajari metode pendekatan persuasif guna meminimalkan risiko gangguan keamanan di lapangan.
Strategi Komunikasi dan Mitigasi Risiko
Peserta dapat mendalami berbagai metode manajemen risiko sosial yang telah teruji secara praktis oleh perusahaan besar. Pembahasan mencakup cara membangun kepercayaan publik melalui transparansi pengelolaan serta keterlibatan aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
Beberapa poin penting mengenai strategi menjaga stabilitas sosial di perkebunan meliputi:
- Teknik negosiasi efektif untuk menyelesaikan klaim lahan masyarakat secara damai.
- Pemanfaatan data sosial untuk memetakan potensi konflik di sekitar area kerja.
- Implementasi sistem pengaduan keluhan atau Grievance Procedure yang responsif dan akuntabel.
- Pengembangan program kewirausahaan desa sebagai alternatif pendapatan masyarakat sekitar hutan.
Pembahasan juga menyasar pada pentingnya koordinasi antara pihak keamanan internal perusahaan dengan aparatur hukum setempat. Langkah preventif ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang aman sekaligus menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.
Peran Teknologi dalam Pemetaan Sosial
HASI 2026 memaparkan penggunaan alat digital dalam memantau kondisi sosial di wilayah operasional secara berkala. Integrasi sistem informasi geografis membantu tim lapangan mengidentifikasi titik rawan sengketa serta memantau perkembangan program pemberdayaan.
Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) menyusun agenda diskusi interaktif untuk menjawab hambatan sosial yang bersifat spesifik di setiap daerah. Peserta akan mendapatkan akses langsung terhadap praktik terbaik dari para ahli manajemen sosial.
Panitia menetapkan struktur biaya pendaftaran bagi praktisi yang ingin mendalami strategi stabilitas sosial di forum eksklusif ini:
- Early Bird: Rp 1.850.000 (1–31 Desember 2025).
- Regular: Rp 2.750.000 (1 Januari – 28 Februari 2026).
- Late: Rp 3.500.000 (1 Maret – 20 April 2026).
Registrasi dapat dilakukan melalui platform resmi Hai Sawit Indonesia (HSI) sebelum kuota terpenuhi. HASI 2026 memberikan kesempatan bagi praktisi untuk memperluas jejaring profesional dengan sesama pengelola hubungan masyarakat perkebunan.
Simposium bertujuan mencetak pemimpin unit kebun yang mampu mengelola dinamika sosial secara profesional. Pengetahuan ini sangat krusial bagi peningkatan daya saing industri sawit nasional dalam memenuhi standar kepatuhan sosial pasar global.
Kegiatan berakhir dengan perumusan rekomendasi praktis mengenai standar manajemen sosial bagi pelaku industri perkebunan. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi perusahaan dalam menyusun kebijakan internal yang mendukung terciptanya kedamaian sosial di lapangan.***
