
Dok. HASI 2025
Jakarta, HaiSawit – HaiSawit Indonesia menyelenggarakan HaiSawit Simposium (HASI) 2026 ke-2 pada 22 hingga 23 April 2026. Pertemuan strategis ini berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, guna membahas pemutakhiran tata kelola sawit.
Acara berskala internasional ini mengangkat tema pemutakhiran Best Management Practice (BMP) perkebunan kelapa sawit Indonesia dan Malaysia. Fokus utama pembahasan meliputi peningkatan produksi kelapa sawit nasional serta upaya penguatan ketahanan energi melalui sektor perkebunan.
Simposium ini menjadi wadah integrasi yang menggabungkan empat pilar utama bagi para pemangku kepentingan industri hijau. Agenda kegiatan dirancang secara komprehensif untuk memberikan pengalaman serta pengetahuan baru bagi seluruh peserta yang hadir.
- Seminar sesi pakar lintas negara.
- Pameran teknologi industri sawit.
- Pertukaran basis pengetahuan terkini.
- Berbagi pengalaman operasional lapangan.
Teknologi dan Mekanisasi Perkebunan
Peserta akan mendalami teknik peremajaan sawit pada lahan datar maupun berbukit untuk mendukung mekanisasi. Diskusi ini menghadirkan pimpinan dari SD Guthrie Berhad Malaysia dan PT Socfin Indonesia sebagai narasumber utama pada hari pertama.
Penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Smart Plantation turut menjadi agenda krusial. Perwakilan PT Union Sampoerna Triputra Persada dan Felda Plantation Management akan memaparkan digitalisasi sistem operasional perkebunan modern.
Teknologi pendukung lainnya yang dibahas adalah penggunaan pesawat tanpa awak atau drone. Inovasi ini difungsikan untuk optimasi pemupukan dan pengamanan area perkebunan, sebagaimana diterapkan oleh Johnlin Group serta Wilmar Group saat ini.
Resolusi Konflik dan Inovasi Riset
Agenda hari kedua bergeser pada strategi penyelesaian isu sosial, plasma, dan legalitas lahan. Pakar dari IPB University dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk dijadwalkan mengupas tuntas regulasi agraria yang berlaku.
- Implementasi GPS pada infrastruktur kebun.
- Teknologi pengendalian hama dan penyakit.
- Metode panen di berbagai topografi lahan.
- Manajemen transportasi hasil produksi sawit.
Sesi teknis juga mengulas penggunaan Global Positioning System (GPS) dalam aktivitas perkebunan. Pakar dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dan PT Astra Agro Lestari Tbk akan memaparkan efisiensi pemetaan infrastruktur melalui sistem tersebut.
Detail Administrasi dan Pendaftaran
Panitia menyediakan skema registrasi bertahap bagi calon peserta yang ingin mengikuti simposium ini. Biaya kepesertaan dibedakan berdasarkan waktu pendaftaran guna memberikan fleksibilitas bagi perusahaan maupun praktisi individu yang ingin bergabung.
- Early Bird (Desember 2025): Rp1.850.000 per peserta.
- Reguler (Januari – Februari 2026): Rp2.750.000 per peserta.
- Late Registration (Maret – April 2026): Rp3.500.000 per peserta.
Kegiatan ini akan ditutup dengan pembacaan rekomendasi HASI 2026 oleh Himpunan Praktisi Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI). Hasil simposium diharapkan menjadi acuan strategis bagi para pengambil kebijakan dan pelaku usaha di kedua negara.
Segera daftarkan diri Anda melalui narahubung resmi HaiSawit Indonesia di nomor +62821-5562-9370 atau +62857-5164-4202 untuk mengamankan kursi pada pertemuan besar praktisi sawit di Jakarta.***
